Melupakan-Nya ?

11296833_360329660838815_978695184_n

Kita adalah manusia. Dan setiap dari kita bisa dipastikan memiliki kemauan akan sesuatu, apapun itu. Sebuah rasa, asa akan apa-apa yang ada di dunia. Namun kita akan meminta kepada-Nya dengan cara yang berbeda-beda. Ada yang meminta hanya dengan usaha | usaha dan doa | doa, usaha, dan doa? Apa bedanya?

Ini jelas berbeda. Doa, usaha, dan doa tidak sama bahkan sekalipun tidak sama dengan usaha dan doa apalagi hanya dengan usaha. Karna doa, usaha, dan doa melibatkan Tuhan mulai dari awal hingga akhir dari sebuah usaha. Berbeda sekali dengan usaha dan doa yang hanya melibatkan Tuhan diakhir sebuah usaha. Apalagi hanya usaha yang seakan melupakan keterlibatan Tuhan.

Seperti yang dikatakan Dik Doank bahwa doa sebaiknya ada disepanjang usaha kita. Mulai dari awal, tengah, hingga akhir begitulah seharusnya. Dan doa jangan hanya ada diawal, tengah, atau bahkan diakhir saja karna ini tidak lengkap. Seperti ada waktu dimana kita lupa akan keberadaan Tuhan yang jelas-jelas selalu ada.

Mungkin hal ini juga yang membedakan kita dengan para alim ulama. Kita hanya mengingat Tuhan pada saat tertentu saja sedangkan para alim ulama mengingat-Nya disetiap hembusan napasnya. Oleh karenanya kita sebaiknya senantiasa berdoa agar tidak lupa keberadaan-Nya. Bahkan jika perlu kita berdoa agar tidak menjadi manusia yang melupakan-Nya.

Foto: Chris Burkard

Tinggalkan komentar

Filed under Catatan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s