Bersama

Together

Bersama artinya tak sendiri. Bisa berdua, bertiga, ataupun selebihnya. Ah, sepertinya kata berdua lebih terlihat merah merona dibandingkan yang lainnya. Mari kita goda keberadaannya.

Saat ini, ketika sepasang manusia memiliki rasa suka diantaranya. Maka tumbuhlah harapan agar bisa hidup bersama. Berdua, membangun sebuah keluarga hingga hadir sang buah hati yang menjadikan mereka sebagai ayah dan bunda. Mereka berdua menjadi orang tua. Sebuah predikat luar biasa yang tidak diberikan Tuhan kepada semua makhluk-Nya. Seperti inilah seharusnya.

Keluarga, sebuah ikatan resmi yang diakui oleh agama dan negara. Ikatan bersama diantara dua manusia dimana Tuhan dan KUA terlibat di dalamnya. Sebuah ikatan resmi yang tak perlu diragukan lagi karna Tuhan ada sebagai saksi utama.

Namun, saat ini juga ada istilah “pacar” yang entah disepakati oleh siapa saja hingga marak dan merajalela. Pacar katanya merupakan sebuah status diantara sepasang manusia yang memiliki rasa saling suka. Sebuah status yang bisa diakhiri begitu saja tanpa harus melalui Pengadilan Agama.

Atau bahkan muncul istilah kedua yaitu balikan saja. Istilah yang biasa digunakan ketika menjalin kembali hubungan yang pernah dijalain sebelumnya. Benarkah demikian adanya ? Entahlah, jawab dalam hati saja.

Lalu bagaimana ketika logika menggoda status pacar agar terlihat menjadi gusar ? Mari saya wakili dengan kata agar tak menjadi sesuatu yang bersifat maya.

Dalam ranah agama tak ada istilah pacar atau balikan saja. Begitu juga dengan KUA yang mewakili negara dalam urusan rumah tangga. Yang ada hanyalah status single [ belum menikah ], suami, istri,  janda ataupun duda. Sepertinya hanya status ini yang saya ketahui. Lalu dimana keberadaan status pacar ?

Status pacar tak diakui oleh pihak agama karna ijab kabul belum terlaksana. Status pacar juga tak diakui oleh pihak negara karna belum ada nama yang tercatat di KUA. Oleh karna itu, status pacar tidak meiliki kekuatan hukum di dalamnya. Lalu kenapa bisa menjadi marak dan merajalela ya ? Entahlah, jawab dalam hati saja.

Tinggalkan komentar

Filed under Catatan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s