Pesan Untuk Teras Aksara

DG032253

1. Apa arti pendidikan bagi Dik Doank ?

Pendidikan membuat kita berilmu. Ilmu itu harus bermanfaat bagi diri kita dan orang lain. Dan semoga pendidikan itu, ilmu itu, semakin mendekatkan kita kepada Allah. Jangan lari dari porosnya karna Allah itu Al Alim yang Maha Berpengetahuan. Dari Dia-lah ilmu itu menetes sampai ke otak kita. Jadi kalau kita cerdas jangan sombong. Jika kita sombong di hadapan Dia maka kita terlalu kerdil, terlalu kecil tidak ada apa-apanya.

2. Apakah pendidikan gratis itu salah ?

Jika sekolah harus bayar, harus mahal, lalu anak-anak tidak bisa bersekolah. Itu kan sama saja negara ini menciptakan virusnya sendiri. Kelak virus ini akan menggerogoti bangsa karna kebodohan yang menciptakan begitu banyak pengangguran. Jadi ketika ada sekolah gratis seperti ini [ Rumah Akasara ] maka orang-orang harus empati, mampu berbagi rezeki untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokok sekolah itu. Kata gratis itu memancing orang untuk tidak kesulitan dalam ruang-ruang tertentu.

Ikhlas itu tidak gratis. Gratis itu upah, itu hukumnya dunia. Mungkin lebih dalam lagi kita bisa menyebutnya sekolah ikhlas. Silahkan terjemahkan masing-masing. Ada yang membayar 5 perak, 5 ribu, 5 ratus ribu, 5 juta, up to you karna apa yang ia keluarkan, ia sedang memberi dirinya sendiri.

3. Pesan motivasi Dik Doank bagi Teras Aksara

Rumah itu masjid tanpa kubah. Jangan sampai di rumah itu kita tidak sampai sering menyebut nama Allah. Sesungguhnya yang membuat kita cerdas bukanlah guru kita, buku, ataupun metode tapi Dia. Banyak orang yang tidak belajar di sekolah tapi hidupnya bermanfaat. Banyak anak yang lulus dari sekolah dengan nilai bagus, pinter namun tidak bermanfaat. Tujuan dari ini semua adalah agar kita bisa menjadi hamba-Nya yang mulia karna memuliakan orang lain. Itu penting.

Pintar itu hanya orang yang memiliki nilai-nilai saja tapi cerdas itu nilai yang telah menjelma menjadi kemaslahatan hidup orang banyak. Jadilah kalian di Rumah Teras Aksara, teras itu layaknya sejadah yang terhampar itulah rumah kita sesungguhnya. Kita jangan iri melihat rumah orang lain dengan halaman luas karna di surga tidak ada apartemen, tidak ada rumah yang megah tapi dimana pohon-pohon yang tumbuh mencukupi, merindangi, dan membuat kesejukan. Jadi irilah kepada orang yang menanam pohon karna sama saja dia sedang menanam phon-pohonnya di surga, hotel-hotelnya di surga.

Aksara, iqra maka bacalah. Baca bukan lewat perantara kalam, itu yang nomer dua. Namun yang pertama bacalah aksara yang turun di sekitarmu. Belajarlah dari pohon, dari hujan, dari sampah, dari air yang mengalir, karna itu yang digunakan Rasulullah 1400 tahun yang lalu ketika beliau tidak bisa membaca tapi beliau mampu membaca ayat-ayat di sekitarnya. Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakanmu. Bacalah ciptaaan-Nya terlebih dahulu.

Jadilah orang yang punya minat. Jangan senantiasa bangga dengan bakat karna orang punya bakat akan tergilas oleh orang-orang yang niatnya gila. *Dik Doank

Tinggalkan komentar

Filed under Kutipan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s