Latihan masuk Neraka

Fire

Siang itu matahari bersinar dengan gagah. Badan terasa gerah dan tenggorokan sebaiknya dijaga basah. Entahlah, tak ada yang bisa membantah karna toh ini adalah anugerah. Namun, tetap saja ada yang masih sempat ber-sumpah serapah padahal hanya gerah. Kadang kita terlalu mendramatisir keadaan. Hal biasa kita ubah menjadi luar biasa bahkan sebaliknya.

Teman berkata,”Gerah itu bukan karena udara yang panas. Gerah itu seharusnya karena rasa bersalah atas kesalahan-kesalahan selama kita melangkah.”

Aku tak berani membantah. Aku kalah bahkan ingin selalu kalah akan nilai kebenaran. Namun, selain gerah ada hal yang membuatku resah yaitu rasa lapar. Ini alamiah kawan tak juga bisa dibantah. Kaki melangkah agar perut tak merasa resah. Kudatangi seorang kawan yang berjualan gorengan. Ia beberapa tahun lebih muda dibandingkan usiaku.

Aku berkata,”Bro hari ini panas ya ? Bikin badan gerah. Apalagi kamu yang sepanjang hari di depan kompor gas.”

Dia berkata,”Iya mas bro tapi ga papa itung-itung latihan masuk neraka. Biar nanti ga kaget. Gimana pesan kaya biasanya kan ?”

Ini sebuah kuliah kehidupan yang begitu tak terduga dan terjadi begitu saja. Tuhan selalu punya cara yang tak akan pernah diketahui oleh makhluknya. Untuk itulah kita wajib meyakini dan beribadah kepada-Nya. Kita tak akan pernah mampu menentang-Nya karna kita adalah ciptaan-Nya. Jika berani menentang-Nya maka hadiahnya adalah masuk neraka.

Tinggalkan komentar

Filed under Catatan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s