Manusia pun Setan

adriani

Malam  itu aku berdiri tepat di samping seorang ibu penjual kopi. Saat itu, aku berada di sebuah tempat yang biasa dijadikan masyarakat sebagai tempat nongkrong saat hangout. Alhasil banyak pasangan muda-mudi yang lewat di depan kami. Dan tepat di samping kiri kami ada seorang pria yang berdandan dengan kostum pocong lengkap dengan makeup seram di wajahnya.

Suatu ketika lewatlah sepasang muda-mudi lewat di depan pocong jadi-jadian tadi kemudian sang gadis berteriak histeris sambil memegang erat tangan pasangannya. Kejadian itu cukup membuat kami dan beberapa orang lainnya tersenyum sesaat. Mereka pergi dan suasana kembali normal. Semua sibuk dengan kepentingannya masing-masing. Namun kemudian ibu di sampingku tiba-tiba saja berkata.

Ibu penjual kopi,”Aneh ya mas ko sama setan bohongan saja takut banget tapi sama pacar yang digandengnya ga takut ? Dia kan setan beneran ga kaya pocong jadi-jadian itu.”

Deg ! Aku terdiam. Sungguh benar apa yang dikatakan ibu barusan. Masih dalam diamku ibu tadi kembali berkata sembari sesekali menawarkan daganganya.

Ibu penjual kopi,”Bukannya kita juga bisa jadi setan ya mas ? Jadi ngapain kita takut sama setan jadi-jadian atau setan yang ga kelihatan sama mata. Harusnya kita takut sama diri kita sendiri dong yang setiap waktu bisa berubah jadi setan. Setan yang beneran. Setan yang kelihatan sama mata. Manusia itu aneh ya mas ?”

Deg ! Apa yang dikatakannya sungguh benar. Kita sebagai manusia memiliki rasa iri, dengki, dan berbagai macam penyakit hati lainnya. Dimana penyakit ini bisa membuat kita menjadi setan yang nyata. Setan yang bisa dilihat jelas dengan mata. Tak perlu susah untuk mencarinya kita hanya cukup bercermian saja karna kita bisa bahkan sangat berpotensi menjadi setan.

Ketika manusia berubah menjadi setan karena keburukan sifatnya maka ini bisa dikategorikan setan yang lebih berbahaya dibandingkan dengan setan yang tak tampak oleh mata. Karena setan jenis ini terbungkus dan hadir dalam tampilan yang bersahabat. Tampilan dari bangsa kita sendiri. Kita tak akan merasa takut sama sekali dan tak akan pernah menyangka bahwa apa yang ada di hadapan kita adalah setan dalam wujud manusia.

Jadi untuk apa kita takut dengan setan yang tak nampak oleh mata. Justru yang seharusnya kita takutkan adalah manusia yang bisa berubah menjadi setan. Manusia itu adalah diri kita sendiri.

Tinggalkan komentar

Filed under Catatan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s