Chevron Tinggalkan Blok Siak Akhir November

Foto: manpoweroilandgas.com

Rahma
Jumat, 29 Nov 2013 – 10:50:53 WIB

Satunegeri.com – Akhir pekan ini kontrak pemerintah dengan Chevron di sebuah ladang minyak Siak, di Sumatera, berakhir. Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) menyatakan tidak akan memperbaharui kontrak minyak Chevron Corp di Blok Siak.

Ladang minyak Siak tersebut hanya mewakili sebagian kecil dari total produksi energi Chevron di Indonesia, yang jumlahnya mencapai 320.000 barel per hari.

ESDM menyatakan, ladang minyak itu akan dialihkan kepada perusahaan minyak milik negara, yakni PT  Pertamina. Pengalihan pengoperasian ladang minyak kepada Pertamina akan dilakukan segera.

Pengalihan ladang minyak Siak yang mampu memproduksi 4.000 barel minyak per hari itu merupakan bagian dari upaya pemerintah mengekang kepemilikan asing, dan mengambil lebih banyak pendapatan dari sumber daya alamnya.

“Chevron kecewa kalau kontrak bagi hasil untuk blok Siak tidak akan diperpanjang, namun perusahaan menghormati keputusan tersebut,” kata pernyataan dari perusahaan yang berasal dari Amerika Serikat (AS) tersebut dalam sebuah pernyataan kemarin (28/11).

Perlu diketahui, akhir pekan ini kontrak Chevron di blok Siak tersebut berakhir. Ladang minyak Siak tersebut hanya mewakili sebagian kecil dari total produksi energi Chevron di Indonesia, yang jumlahnya mencapai 320.000 barel per hari.

Selain minyak, Chevron juga memproduksi 636 juta kaki kubik gas alam per hari dari sumur yang dikelolanya. Hingga saat ini, Chevron masih tercatat sebagai produsen minyak terbesar di Indonesia.

Sementara itu, Susilo Siswoutomo, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), menyatakan tim dari Kementerian ESDM sedang memfinalisasi pembahasan blok migas yang sudah memasuki tenggat akhir. Selain blok Siak ada juga Blok Mahakam, Kalimantan Timur dan Blok Kampar, Riau.

Menurutnya, ESDM menerapakan beberapa prinsip untuk menyelesaikan perpanjangan kontrak. Nah, prinsip dasar ini bakal menjadi pertimbangan dalam menyusun Peraturan Menteri terbaru tentang perpanjangan kontrak yang tengah dibahas.

Misalnya, bila masa kerja kontraktor kontrak kerjasama (KKKS) sudah habis maka blok migas otomatis milik negara. Lantas, meski perpanjangan kontrak belum putus, kegiatan eksplorasi tidak boleh berhenti. Kemudian, bila evaluasi kerjasama belum pemerintah putuskan, operator diberi kesempatan beroperasi antara dua sampai tiga bulan sampai pemerintah punya keputusan.

Menurut Susilo pemerintah lebih condong bakal mengakhiri kontrak Chevron. Setelah itu, perusahaan plat merah, yakni PT Pertamina yang bakal mengambil alih pengelolaan Blok Siak. “Ini sedang proses agar semua perjanjian baik dari segi administrasi dan hukum tidak terkendala,” katanya.

 Meski blok Siak yang sudah berumur 50 tahun masih punya kandungan migas, toh masih butuh injeksi supaya produksi bisa optimal. Untuk itu memang butuh investasi.

Afdal Bahaudin, Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko Pertamina bilang pihaknya berniat mengambil seluruh wilayah kerja Blok Siak.

Tinggalkan komentar

Filed under Berita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s