Nasehat Kedua buat Mahasiswa

Nasehat Kedua buat Mahasiswa

“Jadi selama ini kamu kuliah dibiayai Mbokmu ? Mbokmu yang melarat itu ?” tanya Markesot.

“Jadi selama ini kamu, mahasiswa, agen perubahan sosial, calon pemimpin bangsa, golongan elite intelektual, mengemis uang kuliah dari seseorang rakyat kecil yang tua, perempuan, tidak berpendidikan, he ?”

Terus terang saja, saya sering merasa jijik kepada sebagian mahasiswa. Kerjanya minta uang untuk kuliah dan pacaran, minta dibelikan motor, tak bisa beli bensin sendiri, ngebut seenaknya, dan nanti kalau sudah jadi orang, lantas pergi ke langit kariernya yang tinggi meninggalkan rakyat kecil.

Sekarang, kalau ibumu bersedia jualan makanan untuk biaya kuliahmu, maukah kamu narik becak atau jadi tukang ojek atau pekerjaan apa saja untuk keperluan masa depanmu sendiri ?…”

Dikutip dari Buku “Markesot Bertutur Lagi
Hal 290. karya Emha Ainun Najib

2 Komentar

7 Oktober 2013 · 1:19 AM

2 responses to “Nasehat Kedua buat Mahasiswa

  1. tergantung mahasiswa yang mana dulu sih. kan ada juga yang kuliah malam karena siangnya kerja. membiayai kuliahnya dari hasil kerjanya sendiri😀

  2. Tepat. Oleh karena itu, penulis pada paragraf ketiga mengatakan bahwa yang ia kurang sukai adalah sebagian mahasiswa bukan seluruh mahasiswa. Hhe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s