Pembangunan PLTU Batang Akan Segera Direalisasikan

Pembangunan PLTU Batang Akan Segera Direalisasikan

Ridwan
Jumat, 10 Mei 2013 – 17:21:51 WIB

SatuNegeri.com – Untuk mendukung kebutuhan listrik dari tahun ke tahun makin besar, pemerintah akan segera membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah (Jateng).

Deputy Menko Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah, Luky Eko di Jakarta, Jumat (10/5) mengatakan, Indonesia membutuhkan energi lisitrik untuk membantu kemajuan ekonomi yang terus terjadi pada berbagai industri seperti, rumah tangga, pendidikan, dan bisnis masyarakat modern.

Karena itu, pembangunan PLTU tersebut sebenarnya sesuai dengan percepatan pertumbuhan ekonomi yang mencapai di atas enam persen, karena itu penyediaan energi listrik harus bisa direalisasikan dengan cepat.

“Kami optimis pemerintah telah memperhitungkan pembangunan PLTU di Kabupaten Batang, akan dilakukan dengan cepat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat luas,” jelasnya kepada Antara.

Menurut dia, pemerintah dalam hal melibatkan pihak swasta asing dan lokal seperti J. Power, Itochu, dan Adaro dengan investasi sebesar 4 miliar dolar AS sedangkan pelaksana tender adalah PT Bimasena Power Indonesia.

Menurut dia, pembangunan PLTU tersebut kemungkinan pada awal tahun depan, karena pembebasan sertifikasi tanah harus segera diselesaikan mungkin sekitar enam bulan hingga satu tahun.

Ia mengatakan, kalau lahan itu sudah dibebaskan pada oktober 2012, maka konstruksi bisa dilakukan, namun banyak hambatannya sehingga pembangunan akan mundur.

Akibatnya pembangunan PLTU yang diperkirakan selesai tahun 2017 akan mengalami kemunduran selama satu tahun, ucapnya.

Menurut dia, penguasaan tanah sangat lambat, sehingga diperpanjang satu kali menjadi 2 Oktober 2013. Inilah yang menjadi patokan pembangunan PLTU mundur satu tahun.

Jadi pembangunan PLTU apabila dapat direalisasikan sangat besar pengaruhnya, katanya.

Ia mengatakan, pembangunan PLTU tersebut menggunakan teknologi terkini yang disebut Ultra Super Criticel. Jadi tidak ada lagi pencemaran seperti di Tanjung Jati atau dilokasi lain yang menyebabkan polusi.

Mengenai tuduhan-tuduhan sejumlah LSM bahwa akan ada pencemaran itu, menurut dia benar sama sekali.

Pembangunan PLTU dapat dilakukan 6 Oktober 2013 agar bisa terjadi financial close, amdal, pembebasan tanah.

Menurut dia, pembebasan tanah saat ini sudah mencapai 80 persen, jadi sekitar Mei-Juni dan Juli semua masalah sudah tuntas. Tentunya untuk tanah ada sertifikasi.

Pembangunan baru bisa dilakukan kalau semua sudah tersertifikasi. Ini diharapkan dapat diselesaikan secara cepat, sehingga saat ‘financial close’ selesai, pembangunan fisik bisa dimulai yang memakan waktu sekitar lima tahun.

Iklan

Tinggalkan komentar

10 Mei 2013 · 8:17 PM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s