Klaim Interpid Mines Atas Tambang Emas Tujuh Bukit Tidak Berdasar

Klaim Interpid Mines Atas Tambang Emas Tujuh Bukit Tidak Berdasar

Foto: iajk.deviantart.com

Ramdhan | Rabu, 17 Apr 2013 – 09:21:12 WIB

Satunegeri.com – Dalam konflik yang terjadi di tambang emas Tujuh bukit Banyuwangi, Pengamat Energi, Fabby Tumiwa mengatakan bahwa Klaim yang dilakukan oleh perusahaan tambang asal Australia, PT Intrepid Mines Limited atas 80% kepemilikan PT Indo Multi Niaga (IMN) untuk mengelola tambang emas Tujuh Bukit (Tumpang Pitu) yang berada di Banyuwangi, Jawa Timur dinilai tidak mendasar.

Tindakan Intrepid dalam melakukan serangkaian perjanjian dengan PT IMN sesungguhnya tidak serta merta dapat membuatnya memperoleh KP di tambang Tujuh Bukit tersebut. Selain itu, ada lagi fakta lain bahwa pihak Emperor Mines dan IMN tidak pernah melaporkan adanya partisipasi asing dalam proyek Tujuh Bukit tersebut.

Hingga kini Bupati Banyuwangi tidak pernah mendapatkan laporan apalagi permohonan izin akan adanya partisipasi asing dalam kepemilikan PT IMN, sehingga membuat klaim Intrepid bahwa dirinya adalah investor asing yang beritikad baik layak untuk dipertanyakan, ungkapnya. Maka dari itu, lanjut Fabby, dapat diduga bahwa klaim Intrepid Mines digunakan sebagai cover-up untuk menarik dana publik di Australia melalui penjualan sahamnya.

Sebelumnya, Perebutan tambang emas Tujuh Bukit di Banyuwangi yang nilainya ditaksir sekitar US$ 5 miliar atau sekitar Rp 50 miliar, terjadi antara PT Indo Multi Niaga (IMN) dan Intrepid Mines Limited.

Awalnya keduanya adalah mitra, namun belakangan terjadi pecah kongsi yang membuat Saham PT IMN dijual kepada kolega Edward Soeryajaya, komisaris utama PT Adaro Energy Tbk. Adapun Interpid yang juga punya saham PT IMN memasukkan nama Surya Paloh, bos Media Gorup.

Karena merasa di khianati IMN, Intrepid akhirnya memperkarakan sengketa ke pengadilan. Sejak memutuskan bergandengan tangan pada Agustus 2007, Intrepid, yang masuk melalui anak usahanya, Emperor Mines Limited, mengaku sudah merogoh kocek sekitar US$ 100 juta alias hampir Rp 1 triliun. Tapi, di tengah jalan, mereka melihat ada tanda-tanda mitranya bermain belakang

Tinggalkan komentar

4 Mei 2013 · 8:13 PM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s