SKK Migas dan VICO Kembangkan Coal Bed Methane

SKK Migas dan VICO Kembangkan Coal Bed Methane

Foto: indomigas.com

Ramdhan
Kamis, 02 Mei 2013 – 07:30:49 WIB

SatuNegeri.com – Untuk pertama kalinya Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) VICO berhasil merealisasikan proyek nasional pengembangan gas unkonvensional, gas metana batubara (coal bed methane/CBM) yang berada di Balikpapan, Kalimantan Timur, sebesar 0,5 juta kaki kubik per hari (mmscfd) untuk kelistrikan.

Deputi Pengendalian Operasi SKK Migas, Muliawan mengatakan, selain menjadi milestone pengembangan CBM untuk kelistrikan yang pertama di Indonesia, pemanfaatan gas metana batubara untuk kelistrikan ini diarahkan untuk kemanfaatan warga masyarakat bagi desa-desa yang terletak didalam atau sekitar Wilayah Kerja Sanga-Sanga.

“Kami berharap keberhasilan yang telah ditunjukkan oleh VICO dalam mengembangkan gas unkonvensional di Indonesia dapat mendorong kontraktor kontrak kerja sama yang lain untuk mempercepat pengembangan gas metana batubara sebagai salah satu energi alternatif,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (1/4).

Kontraktor KKS CBM Sanga-Sanga memiliki kontrak area kerja yang sama, pemegang saham, dan operator dengan KKKS konvensional serta telah mulai berproduksi sejak Maret 2011 dari sumur Pamaguan-10, tuturnya.

Sebagaimana diketahui, sejak ditandatanganinya Nota Kesepahaman (MoU) antara PT PLN (Persero) dan VICO tentang jual beli CBM dari lapangan blok CBM Sanga Sanga VICO Indonesia yang dilaksanakan pada tanggal 4 November 2011 di Kantor Kementerian ESDM, VICO mendukung tujuan Pemerintah untuk memasok GMB untuk kelistrikan di tahun 2011.

Penjualan gas secara langsung ini disetujui untuk ditandatangani, sebelum adanya persetujuan Plan of Development (POD) dari pemerintah, karena selain dapat menambah suplai energi listrik untuk domestik, juga memberikan banyak manfaat lain, diantaranya tidak ada flare gas sehingga lingkungan lebih bersih, memberikan tambahan bagi penerimaan Negara, tidak memerlukan pengadaan genset untuk pembangkit Listrik, serta implementasinya lebih sederhana.

Tinggalkan komentar

3 Mei 2013 · 12:37 AM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s