Pemanfaatan Gas di Timur Indonesia Akan Hemat USD 5,4 Miliar/Tahun

Pemanfaatan Gas di Timur Indonesia Akan Hemat USD 5,4 Miliar/Tahun

Foto: colinshek

Maulana
Jumat, 19 Apr 2013 – 10:53:06 WIB

SatuNegeri.com – Dengan memanfaatkan Small Scale LNG untuk penyediaan energi primer pembangkit listrik di kawasan Timur Indonesia, dpaat berpotensi menghemat bahan bakar hingga US$5,4 miliar per tahun.

Hal itu dikatakan VP Strategic Planning and Busines Development Direktorat Gas PT Pertamina (Persero) Yenni Andayani di sela-sela penyelenggaraan 17th International Conference & Exhibition on Liquefied Natural Gas (LNG 17), Houston, Amerika Serikat.

Masih banyaknya penggunaan pembangkit listrik tenaga diesel, membuat biaya produksi listrik di kawasan Indonesia Timur, seperti Sulawesi, Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara saat ini mencapai 2 hingga 5 kali lipat dibandingkan dengan biaya produksi listrik di wilayah Jawa Bali dan Sumatera.

Di sisi lain, upaya optimalisasi pemanfaatan gas dengan menggunakan jaringan pipa, transmisi maupun distribusi, tidak ekonomis untuk dikembangkan karena skala kebutuhan gas yang masih marginal, yaitu antara 3 MMscfd hingga 30 MMscfd.

Menurut Yeni, pemanfaatan LNG akan memberikan efek berantai untuk kawasan tersebut, seperti mempercepat pertumbuhan industri, percepatan pemanfaatan gas kota, dan terutama efisiensi penggunaan energi primer pembangkit listrik.

Jika dapat direalisasikan, dia mengatakan pemanfaatan LNG untuk pembangkit listrik akan memberikan penghematan biaya energi primer pembangkit listrik hingga sekitar US$5,4 miliar per tahun karena pengurangan penggunaan solar.

Saat ini, PT Pertamina Gas, anak perusahaan Pertamina, bekerjasama dengan PT Indonesia Power, anak perusahaan PT PLN (Persero) telah membentuk perusahaan patungan PT Pertadaya Gas yang akan melaksanakan beberapa proyek Small Scale LNG di kawasan Timur Indonesia.

Beberapa pembangkit listrik yang akan memanfaatkan teknologi tersebut meliputi, pembangkit listrik di Maros, Pesanggaran, Tanjung Batu, Batakan, Pomalaa, Halmahera, dan Kupang yang ditargetkan beroperasi pada 2014-2016.

“Total kapasitas Small Scale LNG di kawasan Timur Indonesia mencapai sekitar 1 juta ton per tahun. Untuk sumber pasokan LNG akan berasal dari sumber domestik,” tutupnya.

Tinggalkan komentar

21 April 2013 · 6:32 PM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s