Warga Malang Manfaatkan Gas Metan Jadi Bahan Bakar

Warga Malang Manfaatkan Gas Metan Jadi Bahan Bakar

Rahma
Rabu, 10 Apr 2013 – 09:59:23 WIB

Satunegeri.com – Beberapa kader lingkungan Kelurahan Bunulrejo mulai memanfaatkan gas metan sebagai bahan bakar. Mereka mendapatkan gas metan dari timbunan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang, Kota Malang.

Kader lingkungan tersebut, memasukkan gas metan ke dalam kompresor, dan melalui kompresor inilah mereka memompa gas metan ke tabung elpiji. Manfaat gas metan juga dirasakan 300-an keluarga di sekitar TPA Supit Urang, Kota Malang. Mereka menjadikan gas metan bahan bakar peng- ganti elpiji dan minyak tanah.

”Kami hanya butuh uang Rp 90.000 untuk mengubah karburator dan sistem filter sepeda motor ini. Ada katup khusus yang bisa dibuka tutup sehingga menjadikan sepeda motor ini tetap bisa diisi bensin jika di tengah jalan gas metan kami habis,” ujar Andrianto, anggota kader lingkungan Kelurahan Bunulrejo, pekan lalu.

Suliati (48), warga RT 5 RW 5 Kelurahan Mulyorejo, Sukun, Kota Malang, yang tinggal di dekat TPS Supit Urang, mengaku sudah tiga bulan ini menerima manfaat gas metan.

Dalam sebulan, ia mengaku hanya membayar Rp 10.000 sebagai ongkos perawatan saluran gas metan kepada pihak kelurahan. Ia bisa memakai gas metan untuk memasak kapan pun ia mau.

”Jika memasak dengan elpiji, biasanya sebulan saya habis dua tabung. Ongkos yang saya habiskan bisa sampai Rp 30.000 sebulan,” ujarnya.

Lahan TPA Supit Urang 22,2 hektar. Jumlah sampah yang masuk ke TPA itu 426 ton per hari. Dari sini, potensi gas metan yang dihasilkan mencapai 4521 ton per tahun.

Timbunan sampah tidak selalu berdampak negatif berupa bau kurang sedap. Bagi sekelompok orang ini, timbunan sampah justru menjadi berkah.

Sekelompok pemuda kader lingkungan RW 13 Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur, saat ini sedang menikmati hasil kreativitas mereka, yaitu menggunakan gas metan sebagai bahan bakar sepeda motor. Sudah dua bulan ini mereka berhasil mengutak-atik sepeda motor tua milik mereka sehingga bisa berbahan bakar gas metan.
Gas metan ditempatkan di dalam tabung elpiji ukuran 3 kilogram. Tabung ini ditempatkan di bagian belakang sepeda motor dengan menambah tempat tersendiri.

Gas metan dalam kemasan tabung elpiji 3 kg, menurut Andrianto, mampu dipakai menempuh perjalanan sejauh 60 kilometer. Jika gas metan habis, sepeda itu akan kembali diisi dengan bensin.

Kader lingkungan Kelurahan Bunulrejo mendapatkan gas metan dari timbunan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang, Kota Malang. Mereka memasukkan gas metan ke dalam kompresor, dan melalui kompresor inilah mereka memompa gas metan ke tabung elpiji. Manfaat gas metan juga dirasakan 300-an keluarga di sekitar TPA Supit Urang, Kota Malang. Mereka menjadikan gas metan bahan bakar peng- ganti elpiji dan minyak tanah.

Suliati (48), warga RT 5 RW 5 Kelurahan Mulyorejo, Sukun, Kota Malang, yang tinggal di dekat TPS Supit Urang, mengaku sudah tiga bulan ini menerima manfaat gas metan.

Dalam sebulan, ia mengaku hanya membayar Rp 10.000 sebagai ongkos perawatan saluran gas metan kepada pihak kelurahan. Ia bisa memakai gas metan untuk memasak kapan pun ia mau. ”Jika memasak dengan elpiji, biasanya sebulan saya habis dua tabung. Ongkos yang saya habiskan bisa sampai Rp 30.000 sebulan,” ujarnya.

Lahan TPA Supit Urang 22,2 hektar. Jumlah sampah yang masuk ke TPA itu 426 ton per hari. Dari sini, potensi gas metan yang dihasilkan mencapai 4521 ton per tahun.

Iklan

Tinggalkan komentar

10 April 2013 · 12:00 PM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s