MK Tolak Permohonan Pembubaran BPH Migas

MK Tolak Permohonan Pembubaran BPH Migas

Ramdhan
Kamis, 28 Mar 2013 – 18:33:31 WIB

SatuNegeri.com – Permohonan Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) dan Konfederasi Serikat Pekerja Migas Indonesia ke Mahkamah Konstitusi (MK) agar membubarkan Badan Penyalur Hilir (BPH Migas) ditolak oleh MK.

Menurut Ketua MK Mahfud MD, permohonan Pasal 1 Ayat 19, Pasal 1 Ayat 23, Pasal 6, Pasal 9, Pasal 10, Pasal 44 UU Migas tidak bertentangan dengan konstitusi.

Karena itu menurutnya, gugatan pemohon tidak beralasan menurut hukum. “Permohonan pemohon tidak dapat diterima untuk seluruhnya,” kata Mahfud di gedung MK, Kamis (28/3).

Hakim konstitusi Hamdan Zoelva menyatakan, mahkamah tidak menemukan adanya dalil seperti pembubarkan Badan Pelaksana (BP) Migas. Selain memiliki kesamaan dengan permohonan sebelumnya, gugatan juga tidak memiliki objek perkara.

Selain itu, kewenangan pembubarkan yang dilakukan MK terhadap BP Migas, tidak sama dengan BPH Migas. Sehingga, MK memandang apabila wewenang tersebut dianggap dapat menimbulkan tumpang tindih dan menimbulkan ketidakpastian hukum, dalil tersebut tidak dapat diterima.

Permohonan ini diajukan oleh Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) dan Konfederasi Serikat Pekerja Migas Indonesia. Mereka menilai keberadaan BPH Migas dalam UU Migas telah menghilangkan kedaulatan negara di bidang energi dan menjauhkan rakyat dari kesejahteraan.

FSPPB yang diwakili oleh drg Ugan Gandar dan Noviandri selaku Presiden dan Sekretaris Jenderal FSPPB, sebagai Pemohon I. Kedua, KSPMI, diwakili oleh Faisal Yusra selaku Presiden KSPMI, sebagai Pemohon II.

Tinggalkan komentar

28 Maret 2013 · 8:42 PM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s