Tiap Tahunnya Tanah Jakarta Turun 15 mm

Tiap Tahunnya Tanah Jakarta Turun 15 mm

Foto: Aiyoshi.deviantart.com

Ramdan
Selasa, 26 Mar 2013 – 13:58:35 WIB

SatuNegeri.com – Peneliti Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Robert M Delinom mengatakan, tiap tahunnya tanah di Jakarta mengalami penurunan mencapai 5-15 mm.

Penurunan tanah tersebut juga menjadi faktor pemicu penyebab banjir di Jakarta selain adanya perubahan tutupan lahan, kondisi geologi, dan perubahan iklim global.

Karena itu, LIPI bersama Research Institute for Humanity and Nature Kyoto melakukan penelitian sejak tahun 2006-2011 tentang banjir, penurunan air tanah, amblesan, polusi, dan interupsi air asin.

Robert mengatakan, pengambilan air tanah berlebihan, pembebanan konstruksi, kompaksi alamiah, dan aktivitas tektonik. Ia menyebutkan, sejak tahun 1879-2007 penyedotan air tanah (sumur) mendekati 4.000 sumur. Penyedotan air tanah pun mencapai 650.000 meter kubik per hari yang menyebabkan amblesnya air tanah.

Jakarta memang sudah dilanda banjir sejak zaman pendudukan Belanda. Tercatat Jakarta yang dulu disebut Batavia sudah dilanda banjir pada tahun 1621, 1654, 1918, 1976, 1976 dan 1996. Kemudian banjir besar Jakarta pun terjadi di tahun 2002 dan 2007. Kerugian banjir pun luar biasa, tahun 2002 berdasarkan data konsultan Belanda NEDECCO mencapai Rp 10 triliun dan tahun 2007 berdasar data Bappenas Rp 8,8 triliun dan tahun 2013 diperkirakan mencapai Rp 15 triliun.

Ia pun menyarankan agar di kawasan Jakarta Barat yang tergolong mengalami penurunan tanah terbesar hanya diperkenankan dihuni bangunan ringan dan bukan bangunan berfungsi berat.

Tinggalkan komentar

26 Maret 2013 · 10:40 PM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s