Peningkatan Pasokan Gas Harus Disertai Pembangunan Infrastruktur

Peningkatan Pasokan Gas Harus Disertai Pembangunan Infrastruktur

Ramdan
Selasa, 19 Mar 2013 – 15:42:56 WIB

Satunegeri.com – Bila terjadi sinkronisasi antara kepastian pasokan, pengembangan infrastruktur dan penyerapannya oleh pasar akan optimal, maka Pemanfaatan gas bumi akan berjalan dengan baik. Hal itu dikatakan Direktur PT Perusahaan Gas Negara Tbk Wahid Sutopo dalam Seri Diskusi Publik “Arah dan Kebijakan Pengembangan Industri Gas Indonesia di hotel Novotel, Surabaya, Selasa (19/3).

Menurutnya, kebijakan pemerintah untuk meningkatkan pasokan gas ke domestik harus didukung oleh pembangunan infrastruktur dan pengembangan pasar. Sebab jika tiga aspek tersebut tidak berjalan bersamaan maka pengembangan dan pemanfaatan gas bumi di dalam negeri tidak akan berjalan maksimal.

Karena itu, mengingat untuk membangun infrastruktur dibutuhkan biaya besar dengan risiko tinggi, sebagai perusahaan nasional yang mengembangkan infrastruktur gas bumi, PGN sangat membutuhkan kepastian pasokan gas dan tersedianya pasar yang jelas.

Menurut Wahid, dalam membangun infrastruktur PGN tidak mungkin mendapatkan cost recovery lazimnya di sektor hulu migas. Selain itu, dalam bisnis gas berlaku aturan take or pay. Dimana jika gas sudah dibeli dari produsen maka PGN harus membayarnya meskipun pasar tidak mampu menyerapnya. “Kami pun harus menghadapi berbagai risiko seperti masalah perizinan, pembebasan lahan dan biaya sewa tanah di lokasi pipa yang terus naik,” katanya.

Oleh karena itu Wahid berharap pemerintah daerah seperti di Jawa Timur mampu mengembangkan kluster-kluster industri baru sehingga peningkatan pasokan dan pembangunan infrastruktur bisa dilakukan bersamaan. Pengembangan kluster industri juga menciptakan multiplier effect lebih besar bagi perekonomian daerah.

“Prinsipnya, PGN berkomitmen untuk terus membangun infrastruktur dan mendukung pemanfaatan gas bumi untuk domestik. Apalagi salah satu pertimbangan investor untuk berinvestasi di Indonesia adalah tersedianya pasokan gas bumi,” tegasnya.

Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo dalam kesempatan yang sama juga menegaskan, pemerintah akan memprioritaskan pasokan gas untuk kebutuhan domestik sebelum diekspor. Untuk itu para pelaku di sektor gas bumi juga harus mau untuk membangun dan mengembangkan infrastruktur gas sehingga peningkatan pasokan bisa segera dinikmati oleh industri.

Untuk itu kementerian ESDM akan meminta kepada para trader gas untuk ikut mengembangkan infrastruktur gas bumi di Indonesia. Selain itu, lanjut Susilo, agar konsumen bisa mendapatkan harga gas yang kompetitif, maka perusahaan yang memiliki komitmen dalam pengembangan infrastruktur seperti PGN harus membeli gas langsung ke produsen.

Sementara Ketua Pusat Kajian Dinamika Sistem Pembangunan Universitas Brawijaya Dwi Budi Santoso mengatakan, daya saing industri di Jawa Timur dipengaruhi oleh biaya produksi dan jasa. Oleh karena itu penggunaan gas bumi merupakan salah satu solusi memangkas biaya produksi.

Pemanfaatan gas bumi perlu di dorong dengan membangun infrastruktur secara terintegrasi dengan pasokan gas yang ada di Jawa Timur. “Dalam pembangunan infrastruktur gas di Jawa Timur BUMD bisa bersinergi dengan PGN. Sehingga ketersediaan infrastruktur akan lebih cepat dan dapat mendorong ekonomi tumbuh lebih baik,” katanya.

Tinggalkan komentar

21 Maret 2013 · 9:04 AM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s