Ilegal Mining di Babel Melibatkan Pemegang IUP Swasta

Ilegal Mining di Babel Melibatkan Pemegang IUP Swasta

Ridwan
Selasa, 19 Mar 2013 – 10:23:40 WIB

Satunegeri.com – Direktur Utama (Dirut) PT. Timah (Persero) Tbk, Sukrisno menduga, Maraknya kegiatan ilegal mining di Babel tejadi karena adanya permainan di pihak ilegal mining bekerjasama dengan swasta pemegang IUP sehingga swasta mengambil keuntungan yang sangat signifikan.

Ia mengaku, pihaknya telah melapor kegiatan ilegal mining di Babel dalam bentuk laporan tertulis, soal tindak lanjut dari laporan, bukan menjadi tanggung jawabnya. Setiap pelanggaran dilaporkan seperti di salah satu perusahaan PT. A sebanyak 60 ribu metrik ton. Namun pihaknya mengaku tidak tahu kapan kasus tersebut ditindaklanjuti padahal laporan disampaikan dalam bentuk tertulis.

Langkah tersebut ditempuh untuk menghindari kesan dari manajemen PT. Timah (Persero) Tbk melakukan pembiaran. “Padahal kita gregetan, namun kita nggak bisa berbuat apa-apa,” katnya menilai laporan yang telah disampaikan namun belum ada tindak lanjut.

Menanggapi permasalahan tersebut, anggota Komisi VII DPR RI (F-PPP), Tommy A. Firman mengatakan bahwa masalah tersebut mengatakan bahwa masalah tersebut merupakan permainan tingkat tinggi yang bukan menjadi rahasia umum. Sejak zaman Dirut PT. Timah yang lama hal itu telah terjadi.

“Jadi semuanya sudah bermain disitu, saya nggak berani sebutkan namanya, tapi dirut itu tahu siapa yang bermain disana. Karena mulai dari aparat, Pemda-nya, tokoh masyarakatnya itu semua bermain disana, gitu loh,” katanya.

Dalam menindaklanjuti masalah tersebut, Komisi VII kata Tommy, akan membentuk Panitia Kerja (Panja) Khusus Ilegal Mining. Dirut PT. Timah (Persero) Tbk, Sukrisno diminta untuk melengkapi semua data dalam waktu tiga hari. Dipastikan setelah data dilengkapi Komisi VII DPR RI akan memanggil PT. Kobatin untuk selanjutnya mengambil keputusan.

Menurut data internasional, ekspor timah Indonesai secara keseluruhan mencapai 90.000 metrik ton. Namun Indonesia hanya mampu mengahsilkan 44.000 metrik ton, sisanya 50 an ribu metrik ton tidak diketahui sumbernya.

Tinggalkan komentar

19 Maret 2013 · 2:48 PM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s