RAPP Akan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca

RAPP Akan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca

Ramdan
Jumat, 15 Mar 2013 – 14:59:24 WIB

Satunegeri.com – Untuk menekan emisi gas rumah kaca, PT Riau Andalan Pulp and Paper (PT RAPP) berkomitmen akan meningkatkan penggunaan bahan bakar ramah lingkungan, seperti gas dalam proses produksinya.

Head of Sustainability RAPP Dian Novarina dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Jumat (15/3) mengatakan, langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari perhitungan jejak karbon yang dilakukan lembaga nirlaba yang berbasis di Swedia, Swedish Enviromental Research Institute (IVL).

Dian menjelaskan RAPP secara sukarela telah melakukan perhitungan jejak karbon pada produk yang dihasilkan sejka tahun 2006. Melalui inisiatif ini, RAPP telah melangkah terlebih dahulu jauh sebelum Presiden SBY mengeluarkan Perpres 61 tahun 2011 tentang Rencana Aksi Nasional Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca atau RAN GRK.

Hasil perhitungan IVL, setiap ton pulp yang diproduksi RAPP mengemisi 850 kilogram (kg) setara karbon. Sementara untuk kertas emisi yang dihasilkan sebesar 1.070 kg setara karbon. Pada saat yang sama, penyerapan emisi untuk setiap ton pulp dan kertas jauh lebih besar masing-masing sebesar 5.700 kg setara karbon. Penyerapan emisi tersebut berasal dari pengelolaan hutan yang dilakukan RAPP.

Dalam penelitiannya IVL menggunakan metodologi dan panduan yang diterbitkan oleh Konfederasi Industri Kertas Eropa (CEPI). Konfederasi tersebut beranggotakan 800 perusahaan pulp dan kertas dengan 1.200 pabrik dari 18 negara yang mewakili 27% dari total produk dunia.

Pakar pengelolaan tanah dan gambut Institut Pertanian Bogor (IPB) Basuki Sumawinata, mengatakan, dalam perhitungan emisi karbon ini pemerintah Indonesia lebih banyak dirugikan. Karena negara-negara di Eropa lebih mempercayai perhitungan LSM dari luar negeri, yang tidak mengadopsi kondisi riil alam Indonesia.

Seharusnya, tambah Basuki, pemerintah lebih aktif dalam mengkampanyekan kesadaran menjaga lingkungan yang telah dilakukan masyarakat dan perusahaan Indonesia, ke negara-negra Eropa. Sehingga konsumen di Eropa lebih percaya produk-produk Indonesia yang ramah lingkungan.

Pakar sumber daya lahan Universitas Lampung (Unila), Muhajir Utomo, mengungkapkan, industri hutan tanaman industri (HTI) memiliki kontribusi sangat besar dalam menurunkan emisi gas karbon. Karena itu, pada tahun 202 Indonesia mampu menurunkan emisi hingga 26%.

Tinggalkan komentar

18 Maret 2013 · 3:35 PM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s