Pembangunan Smelter Merupakan Amanat UU yang Harus Dilaksanakan Freeport

Pembangunan Smelter Merupakan Amanat UU yang Harus Dilaksanakan Freeport

Ramdan
Jumat, 15 Mar 2013 – 10:16:52 WIB

Satunegeri.com – Menanggapi penolakan Perusahaan mineral global Freeport McMoRan Copper and Gold (Freeport) untuk membangun pabrik pengolahan dan pemurnian (Smelter) bijih mineral di Indonesia. Direktur Jenderal (Dirjen) Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM Thamrin Sihite mengatakan seharusnya Freeport tidak lagi berbicara faktor keekonomian dalam membangun smelter.

Menurutnya, pengolahan dan pemurnian dalam negeri mengamanatkan perusahaan pemegang kontrak karya (KK) paling lambat membangun smelter paling lambat 2014.

“Jangan bicara lagi soal membangun smelter tidak ekonomis. Harusnya, buat laporan yang menyebut pembangunan smelter di dalam negeri ekonomis dengan catatan tertentu, catatan itu misalnya insentif yang diminta. Pasti akan kami fasilitasi itu,” katanya saat dihubungi di Jakarta, Selasa (12/3).

Selain itu, Pemerintah telah menawarkan mekanisme baru terkait proses renegosiasi dengan PT Freeport Indonesia menyangkut ketentuan melakukan pengolahan dan pemurnian barang tambang di dalam negeri. Di mana, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersedia memfasilitasi pembangunan pabrik pengolahan baru oleh investor swasta

Hal senada juga dikatakan Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pemberdayaan Daerah Natsir Mansyur, menurutnya UU yang telah mengatur hilirisasi dengan tegas tidak akan berarti jika tidak dipatuhi implementasinya. “Kalau freeport menganggap membangun smelter tidak ekonomis maka freeport harus memberikan kesempatan kepada pengusaha nasional untuk membangun smelter, jangan terlalu lama digantung, karena smelter ini sudah sangat diperlukan,” ungkap Natsir yang juga merupakan Direktur Utama PT Indosmelt.

Menurut Natsir, keuntungan menambang untuk menghasilkan konsentrat tembaga sangat besar dibanding mengolah konsentrat yang selama ini dihasilkan freeport, namun Indonesia tidak mendapat nilai tambah, hal tersebut sangat disayangkannya.

Sebelumnya, Perusahaan mineral global Freeport McMoRan Copper and Gold (Freeport) menolak membangun pabrik smelter. Perusahaan pertambangan AS itu mengatakan lebih memilih menjadi penyuplai bahan tambang untuk pabrik penyulingan dan pemurnian dibanding membangun pabrik smelter baru.

Sebagaimana dilansir Reutters, petinggi Freeport McMoran menilai smelter merupakan bisnis yang sulit. “Kita sudah memiliki kontrak kerja dan kita komitmen dengan itu. Jika terdapat kapasitas smelter baru yang dibuat di Indonesia, kita akan berkomitmen untuk menyuplai konsentratnya,” jelas Wakil Presiden Marketing dan Penjualan Senior Freeport Javier Targhetta.

Lagipula, pembangunan pabrik smelter membutuhkan biaya modal yang besar. Padahal untung yang didapat minim. “Dari sisi current treatment and refining charges (TC/RCs), saya bahkan tak melihat ada peningkatan,” katanya.

Iklan

Tinggalkan komentar

18 Maret 2013 · 3:33 PM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s