Ekspor Mineral 20% ke Jepang Dinilai Kurang Optimal

Ekspor Mineral 20% ke Jepang Dinilai Kurang Optimal

Ramdan
Senin, 11 Mar 2013 – 14:07:00 WIB

Satunegeri.com – Dalam sumber daya energi dan mineral, Indonesia akan memasok untuk kebutuhan negara Jepang mencapai 20 %. Hal itu dikatakan oleh Dirjen Kerjasama Industri Internasional Kementerian Perindustrian, Agus Tjahajana, saat acara Seminar Evaluasi MOU Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) di Kementerian perindustrian, Jakarta (11/3).

Menurutnya, tujuan implementasi kerjasama IJEPA tersebut, adalah untuk saling melengkapi dan mengisi antara ekspor Indonesia dengan Jepang maupun impor. Dia menilai, jika dilihat dari segi perdagangan minyak dan gas Indonesia yang di ekspor ke Jepang terlihat sangat mendominasi.

Pasokan energi dan mineral ke Jepang sebesar 20 persen dinilai Agus belum optimal. Untuk meningkatkan ekspor ke Jepang, ia merencanakan akan ada evaluasi dari hubungan bilateral.

Senada dengan Agus, Direktur Kerja Sama Industri Internasional Zone II dan Regional, A Riyanto Sukem juga mengatakan bahwa Kalau dilihat dari perdagangan migas dari Jepang lebih mendominasi yaitu mencapai 25 persen, masih jauh di bandingkan ekspor migas Indonesia ke Jepang yang hanya mencapai 6,6 persen. Ini masih kecil.

Riyanto mengatakan, dalam kesepakatannya harus dijaga pada keseimbanganya yang dibagi tiga pilar yaitu ada liberalisasi, kerja sama dan fasilitas untuk menjaga keseimbangan dengan Jepang dalam konteks ekspor maupun impor.

Tinggalkan komentar

12 Maret 2013 · 9:17 AM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s