INFRASTRUKTUR GAS: PGN Bangun Jaringan Pipa 150 KM di Wilayah Mojokerto

INFRASTRUKTUR GAS: PGN Bangun Jaringan Pipa 150 KM di Wilayah Mojokerto

Yoseph Pencawan
Minggu, 10 Maret 2013, 17:59 WIB

BISNIS.COM, BATU – PT.Perusahaan Gas Negara/PGN (Persero) Tbk siap membangun jaringan pipa sepanjang 150 KM dengan nilai investasi yang diperkirakan mencapai Rp700 miliar.

Head of Corporate Communication Vice President PT. PGN (Persero) Tbk Ridha Ababil mengatakan pembangunan pipa jaringan tersebut akan berlangsung hingga 2018 mendatang.

“Pembangunan jaringan sendiri telah kita mulai pada 2012 di wilayah Mojokerto Jawa Timur yakni Industri Ngoro II sepanjang 12 Km seluas 225 hektare (Ha),” kata Ridha Ababil di Media Gathering Wilayah SBU II di Kota Batu, Sabtu (9/3/2013).

Pembangunan jaringan tersebut untuk memperkuat wilayah Jawa Timur di luar pasar existing. Pengembangan jaringan tersebut tersebut merupakan upaya PGN dalam mensinergikan kebutuhan gas untuk kawasan industri yang baru.

Pembangunan jaringan pipa baru itu juga sudah sesuai dengan kontrak kerja maupun pengembangan pasar. Dengan kondisi keuangan yang dimiliki saat ini PGN siap membiayai pembangunan jaringan tersebut dengan anggaran sendiri.

“Memang ada beberapa alternatif pembiayaan bisa melalui sharing dengan pihak lain misalnya, namun dengan kondisi keuangan PGN yang bagus seperti saat ini kami siap membiayainya sendiri,” jelasnya.

PGN lanjutnya juga siap mengajak para trader untuk mengembangkan infrastuktur mengingat pasar gas bumi tingkat kebutuhannya masih relatif besar. Sehingga diperlukan pengembangan pasar maupun jaringan bersama.

Sejauh ini kebutuhan gas masih ada kelebihan yang belum diserap. Dan kelebihan tersebut bisa dibawa di sekitar Jawa Timur seperti Semarang Jawa Tengah maupun Bali.

“Kelebihan tersebut bisa dibawa ke Bali untuk mendukung PLN. Dengan begitu industri pariwisata disana akan lebih maju karena menggunakan sumber energi yang lebih murah jika dibandingkan energi lain seperti elpiji maupun solar,” sambung dia.

PGN juga menyadari tingkat persaingan saat ini juga tinggi sehingga pihaknya perlu mendekati calon pelanggan yang potensial dengan menyiapkan infrastrukturnya. Terkait jaringan pipa sebagai open akses PGN memang memiliki upaya ke arah itu.

Namun PGN sangat memperhatikan sejumlah pertimbangan diantaranya jika memberlakukan open akses apakah akan mengganggu jaringan pipa di wilayah yang dilalui.

Pembangunan jaringan open akses harus melalui studi yang komprehensif dan complicated karena dibangun di pinggir jalan. Dicontohkan di wilayah Jakarta misalnya izin sulit di dapat untuk membangun jaringan pipa. Sehingga jika dilakukan pembangunan waktu pengerjaan dibatasi sedemikian rupa agar tidak membawa dampak kepada pihak lain.

“Jaringan open akses bukan seperti jaringan pipa PDAM dimana jika terjadi kebocoran bisa langsung ditambal begitu saja,” singgungnya.

Tinggalkan komentar

10 Maret 2013 · 6:32 PM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s