Terbatasnya Infrastruktur Hambat Swap Gas Gajah Baru

Terbatasnya Infrastruktur Hambat Swap Gas Gajah Baru

Ridwan | Rabu, 06 Mar 2013 – 13:55:41 WIB

SatuNegeri.com – Terbatasnya infrastruktur membuat proses pertukaran (swap) gas Lapangan Gajah Baru, Natuna ke PLTGU Muara Tawar, Bekasi hingga kini belum berjalan.

Kepala Dinas Komunikasi SKK Migas Agus Budiyanto di Jakarta, Rabu (6/3) mengatakan, saat ini, hanya mekanisme “swap” gas Gajah Baru ke Singapura yang sudah berjalan, sehingga Indonesia terhindar dari penalti. “Sementara, proses ‘swap’ Gajah Baru ke Jawa belum,” ucapnya seperti dikutip Antara.

“swap” Gajah Baru ke Muara Tawar juga tidak berjalan, karena sampai saat ini fasilitas penerima gas (onshore receiving facilities/ORF) yang dibangun PT PGN Tbk di Muara Bekasi belum selesai. Sementara, opsi pengaliran gas Gajah Baru ke PLTGU Cilegon, Banten juga tidak bisa dilakukan karena pasokannya sudah tercukupi.

Mekanisme “swap” direncanakan antara produksi gas Gajah Baru, Blok Natuna Sea Block A dan Lapangan Grissik, Blok Koridor, Sumsel. Gas Gajah Baru yang dioperasikan Premier Oil masuk ke pembeli ConocoPhillips di Singapura, sementara produksi Grissik yang dikelola ConocoPhillips dialirkan melalui pipa milik PGN ke PLTGU Muara Tawar, Bekasi.

Melalui mekanisme swap itu, maka pemerintah akan terbebas dari kewajiban membayar pinalti Rp5 miliar per hari, mendapat tambahan pendapatan negara Rp5,4 triliun per tahun, dan penghematan biaya operasi PT PLN (Persero) Rp3 triliun.

Namun, dengan hanya mekanisme “swap” gas ke Singapura yang berjalan, maka keuntungan yang didapat berupa pembebasan penalti dan tambahan pendapatan.

Agus menambahkan, akibat kondisi tersebut, Premier Oil sebagai operator Gajah Baru juga belum memproduksi sebesar 40 MMSCFD yang direncanakan sebagai “swap” ke PLTGU Muara Tawar. Sedangkan untuk sumur gas yang produksinya direncanakan untuk Muara Tawar ditutup sementara, sampai nanti dibuka kalau tambahan kapasitas ORF sudah beroperasi.

Pasokan Gajah Baru ke Batam tersebut masih menunggu penyelesaian pembangunan pipanya. Gas rencananya akan dialirkan ke pembangkit berkapasitas 2×35 MW yang akan dibangun PT Medco Power di Batam dengan target operasi pada Januari 2014.

Tinggalkan komentar

9 Maret 2013 · 2:00 AM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s