Bank Dunia Salurkan Listrik Hybrid Power System

Bank Dunia Salurkan Listrik Hybrid Power System

March 7, 2013 3:52 pm
EnergiToday

Mataram – Senior Operation Officer Bank Dunia Erita Nurhalim mengatakan sekolah di NTB yang belum berlistrik mencapai lebih dari 30%. Untuk membantu sekolah tersebut Bank Dunia (World Bank) mengembangkan energi listrik terbarukan yang merupakan perpaduan antara energi sinar matahari dan turbin angin untuk memenuhi kebutuhan listrik di sekolah terpencil yang tidak terjangkau jaringan listrik PLN.

“Kami mengembangkan energi listrik dengan teknologi yang baru, yakni Hybrid Power System, yakni perpaduan energi sinar matahari dan turbin angin,” katanya.

Selanjutnya ia menyebut bahwa Hibrid Power System itu dirancang sedemikian rupa sehingga meski angin yang relatif lemah pun bisa menghasilkan energi listrik. Ini cukup membantu kebutuhan bagi sekolah-sekolah terpencil yang tidak terjangkau jaringan listrik PLN.

Hal itu dibeberkan Erita dihadapan siswa sekolah dan madrasah yang sedang mengikuti loka karya Sekolah/Madrasah Aman dan Hemat Energi (Smahe) di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) beberapa waktu lalu.

Untuk menunjang program Smahe tersebut Bank Dunia membantu 180 sekolah di tiga provinsi, yakni Sumatera Barat, Jawa Barat dan NTB masing-masing 60 sekolah. Smahe tersebut dikembangkan terkait dengan upaya program sejuta sekolah aman di seluruh dunia dan Indonesia merupakan salah satu negara yang mendukung program tersebut untuk menciptakan sejuta sekolah aman.

“Proyek percontohan Smahe dilaksanakan di tiga provinsi, yakni Sumatera Barat, Jawa Barat dan NTB. Khusus di NTB pada awalnya dikembangkan proyek percontohan di dua SD, yakni SDN Puncak Jeringo, Lombok Timur dan SDN 8 Buwun Mas, Lombok Barat,” katanya.

Namun setelah melihat keberhasilan di dua sekolah tersebut akhirnya ditambah lagi di dua SD lainnya di Lombok Timur. Harga Hybrid
Power System tersebut mencapai USD5.000 hingga 7.000 per unit.

Ke depan lanjut Erita, Hybrid Power System menggunakan energi sinar matahari dan turbin angin akan diupayakan di produksi di Indonesia
agar harganya bisa ditekan menjadi lebih murah. “Dengan adanya energi listrik tersebut sekolah-sekolah di pedesaan juga bisa menikmati teknologi informasi dan proses pembelajaran menjadi lebih maju, seperti penggunaan proyektor, mesin foto copy dan mengakses internet,” katanya.

Tinggalkan komentar

9 Maret 2013 · 10:30 AM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s