FSRU Jawa Tengah Belum Dapat Pasokan Gas Bumi

FSRU Jawa Tengah Belum Dapat Pasokan Gas Bumi

Maulana
Jumat, 01 Mar 2013 – 09:05:10 WIB

SatuNegeri.com – Untuk sumber pasokan gas bumi unit penampungan dan regasifikasi terapung (floating storage and regasification unit/FSRU) Jawa Tengah, Pertamina mengaku belum mendapat kepastian.

Padahal menurut direktur Gas PT Pertamina (Persero) Hari Karyuliarto, pemerintah telah menetapkan alokasi gas bumi untuk kebutuhan domestik. Akibatnya, Pertamina belum dapat memulai pengerjaan proyek FSRU Jawa Tengah dan revitalisasi Kilang Arun.

“Alokasi yang ditetapkan pemerintah sudah cukup, tetapi kami masih perlu menindaklanjuti pasokannya dari mana saja. Kami sudah sampaikan untuk dibahas dengan SKK Migas (Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi),” kata Hari Karyuliarto di Jakarta, Kamis (28/2).

Tender pengadaan kapal untuk FSRU Jawa Tengah telah dilakukan sekitar 1,5 tahun lalu. Tender juga sudah selesai pada Oktober 2012, namun pemenang lelang belum dapat diumumkan hingga ada kepastian sumber pasokan gas.

Pada awal Februari 2013, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memutuskan alokasi gas untuk FSRU Jawa Tengah mulai diterima pada 2015 sebanyak enam kargo. Berikutnya, FSRU ini mendapat 16 kargo per tahun selama 2016-2018, kemudian bertambah menjadi 22 kargo pada 2019-2022, lalu mulai turun menjadi 16 kargo pada 2023 dan 8 kargo pada 2024-2025.

Proyek FSRU Jawa Tengah diperkirakan bernilai total 400 juta dolar AS dan dikerjakan selama 13 bulan. Pertamina telah mengucurkan dana sebesar Rp 80 miliar untuk pembebasan lahan.

Sementara untuk revitalisasi kilang Arun yang pasokan gasnya dari BP Berau Ltd., Pertamina akan segera menyelesaikan keputusan investasi akhir (final investment decision/FID) tahun ini. Fasilitas ini diharapkan dapat mulai beroperasi pada Juni 2014 untuk memasok kebutuhan PLN dan industri di Sumatera bagian Utara.

Pertamina sebelumnya mengumumkan lelang paket rekayasa, pengadaan, dan konstruksi (engineering, procurement, and construction/EPC) revitalisasi Kilang Arun senilai 70 juta dolar AS yang dimenangi PT Rekayasa Industri (Persero). Fasilitas regasifikasi Arun akan mulai mendapat alokasi gas pada 2015 dengan pasokan awal delapan kargo. Setelah fasilitas ini menyelesaikan tahap comissioning, pasokan akan menjadi 16 kargo per tahun sampai 2025.

Iklan

Tinggalkan komentar

1 Maret 2013 · 9:51 AM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s