Dinding

Dinding

Memiliki konsistensi yang tinggi dalam melindungi
Setia dalam menjaga dan tak peduli untuk berapa lama

Dinding, ya D I N D I N G. Suatu kata benda. Dinding memang sebuah ” benda mati ” tapi bagiku dia seakan hidup. Dihidupkan oleh sifat yang dimiliki atau difungsikan padanya yaitu sebagai pelindung. Pelindung bagi semua yang ada disisi lainnya. Dan itu dia ( dia: dinding ) lakukan dengan konsisten selama sang pemilik waktu mengijinkan. dia akan terus berdiri kokoh untuk melindungi.

Konsistensi dinding dalam melindungi sudah tidak diragukan lagi. Itu terbukti hingga saat ini bahkan hingga sampai nanti, kita mati. Dinding pula yang melindungi diri ini didalam bumi. Dia bisa saja menjadi sebuah petimati. Dia masih tetap melindungi.

Apakah diri ini memiliki konsistensi dalam mejalani hidup di dunia yang fana ini?
Konsistensi akan hal yang hakiki.
Konsistensi sebagai mahluk Sang Pencipta.
Konsistensi dalam mengabdi sebagai mahluk yang tak abadi.

“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.” QS Adz Dzariyat: 56

Ayat diatas menunjukan suatu bukti otentik akan tujuan dari penciptaan kita sebagai manusia. Manusia sebagai mahluk Nya yang harus beribadah hingga waktu yang dikehendaki Nya. Itulah otoritas Sang Pencipta terhadap ciptaan Nya. Dan kita tidak bisa menyangkalnya.
Mau protes ? Jelas tidak bisa !

Jika dinding memiliki konsistensi yang tinggi. Kenapa kita tidak ?
Tataplah dinding ! Dimanapun itu. Katakanlah,” aku memiliki konsistensi !”
Konsistensi dalam mengabdi kepada Sang Abadi.

Tinggalkan komentar

1 Maret 2013 · 8:28 AM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s