KABEL LISTRIK BAWAH LAUT: Proyek 13,5 Km Di Riau & Kepri Masih Tunggu Izin

KABEL LISTRIK BAWAH LAUT: Proyek 13,5 Km Di Riau & Kepri Masih Tunggu Izin

Nurbaiti
Selasa, 26 Februari 2013 | 19:23 WIB

Pekanbaru– Proyek rangkaian kabel listrik bawah laut sepanjang 13,5 kilometer di wilayah Riau dan Kepulauan Riau dengan total investasi sekitar Rp49 miliar masih menunggu izin dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.

General Manager PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Wilayah Riau dan Kepulauan Riau Doddy B. Pangaribuan mengungkapkan dari tiga lokasi yang akan dirangkai dengan kabel bawah laut 20 KV, hanya Dumai-Rupat yang sudah mendapatkan izin.

Sementara itu, untuk pengerjaan kabel bawah laut yang menghubungkan Batam-Belakang Padang, dan Bintan-Penyengat masih menunggu izin dari Ditjen Perhubungan Laut.

“Kabel-kabel dan peralatannya sudah digelar di Dumai, tetapi untuk pengerjaannya hanya bisa Dumai-Rupat, sedangkan lainnya belum bisa dikerjakan karena izinnya belum keluar,” ujarnya, Selasa (26/2).

Sebenarnya, ungkap Doddy, PLN menargetkan program merangkai ketiga pulau tersebut melalui jaringan kabel bawah laut bisa beroperasi paling lama akhir Maret tahun ini, sehingga target penghematan sekitar Rp13,85 miliar bisa dicapai pada tahun ini.

Untuk pengerjaannya, jelasnya, sudah diserahkan kepada konsorsium yang ditunjuk, yakni TWINK-Bangun Mega Pertiwi-Naval Marine Salvage.

“Tujuan dari program ini supaya pembangkit dieselnya [PLTD] bisa dimatikan sehingga tidak lagi menggunakan minyak. Untuk Rupat ini ada sekitar 6 MW daya dari diesel yang bisa di-off-kan setelah disambung dengan kabel 20 KV ke Batam,” kata Doddy.

Menurut Doddy, program merangkai pulau ini tidak hanya berpengaruh terhadap peningkatan jumlah pelanggan PLN, tetapi juga mampu mengurangi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) pembangkit.

Dari realisasi pemakaian BBM tahun lalu sebanyak 274.110 kiloliter, jelasnya, tahun ini ditargetkan turun menjadi 247.627 kiloliter.

Manager Teknik PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau Pintor Rumapea menambahkan pengurangan pemakaian BBM tersebut diharapkan dari pengoperasian sejumlah PLTU, PLTMG termasuk kabel bawah laut, dan pembelian listrik dari perusahaan daerah dan swasta yang menggunakan gas ataupun biomass.

“Tahun ini, PLN juga menargetkan penambahan pelanggan di Riau dan Kepri sebanyak 146.555 pelanggan dari total pelanggan pada tahun lalu sekitar 1,045 juta pelanggan,” ujarnya.

Dia memaparkan dari jumlah pelanggan yang mencapai 1,045 juta paling banyak di Pekanbaru 495.730 pelanggan, disusul Dumai 243.223, Tanjung Pinang 158.843, dan Rengat 147.549 pelanggan.

Tinggalkan komentar

28 Februari 2013 · 11:17 PM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s