FSRU LAMPUNG: PGN Gelar Keel Laying Di Galangan Kapal Hyundai

FSRU LAMPUNG: PGN Gelar Keel Laying Di Galangan Kapal Hyundai

Hery Lazuardi
Rabu, 27 Februari 2013 | 17:22 WIB

ULSAN – PT Perusahaan Gas Negara Tbk meresmikan pembangunan floating storage and regasification unit (FSRU) Lampung dengan menggelar peletakan dasar kapal (keel laying) di galangan Hyundai Heavy Industries, Ulsan, Korea Selatan.

FSRU Lampung dirancang berkapasitas 240 MMscfd dan menelan investasi US$250 juta–US$300 juta, terdiri dari US$100 juta untuk mooring system, US$150 juta untuk pipa dan station, serta biaya sewa dan pemindahan.

Untuk merealisasikannya, PGN menggandeng Hoegh LNG Ltd asal Norwegia dan PT Rekayasa Industri.

Hoegh LNG sebagai pemilik, sekaligus operator FSRU itu dengan masa kontrak 20 tahun.
Upacara keel laying itu disaksikan oleh Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Susilo Siswoutomo, Wakil Ketua SKK Migas Yohanes Widjanarko, Dirut PGN Hendi Prio Santoso, dan Direktur Pengusahaan PGN Jobi Triananda Hasjim.

Turut hadir CEO Hoegh LNG Sveinung Stohle dan COO Hyundai Heavy Industries O. H. Kim.

“Penyelesaian FSRU ini penting karena akan mendorong alokasi gas bumi untuk kepentingan domestik sehingga dapat meningkatkan daya saing nasional,” kata Hadi saat memberikan sambutan pada acara itu, Rabu (27/2).

Dia optimistis pembangunan FSRU Lampung dapat diselesaikan tepat waktu yakni semester I/2014.
“Ini bukti komitmen kami untuk menerima alokasi LNG bagi FSRU Lampung pada 2015 yang telah ditetapkan pemerintah baru-baru ini,” ujarnya.

FSRU Lampung merupakan fasilitas kedua yang dibangun PGN, setelah FSRU Jawa Barat yang dioperasikan pada 2012.

PGN mengoperasikan FSRU Jabar melalui PT Nusantara Regas, bekerja sama dengan Pertamina, dengan menguasai 40% saham di perusahaan patungan itu.

Dengan pengoperasian FSRU Lampung, tutur Hendi, pasokan gas untuk sektor industri, komersial dan rumah tangga di Lampung dan Jawa Barat akan semakin terjamin.

Seiring dengan penyelesaian FSRU itu, secara paralel, PGN menyelesaikan proyek distribusi Lampung sepanjang 88 km dan infrastruktur distribusi lainnya guna mempersiapkan penyerapan pasokan gas bumi domestik dan proyek FSRU lainnya.

“Sebagai BUMN, PGN berkomitmen terus membangun infrastruktur gas agar pemanfaatan gas secara nasional bertambah besar. Apalagi penggunaan gas bagi industri terbukti lebih efisien dan memberikan nilai tambah maksimal bagi perekonomian nasional,” jelasnya.

Tahapan keel laying merupakan proses lanjutan dari pengerjaan steel cutting atau pemotongan lembaran baja yang sudah dilakukan sebelumnya.

Setelah tahapan keel laying selesai, proses pengerjaan FSRU dianjutkan ke pembangunan mooring system, kemudian off-take station (OTS), dan onshore receiving facilities (ORF).

Tahap berikutnya akan dibangun sistem pemipaan sepanjang 21 km dari Labuhan Maringgai Lampung ke lokasi FSRU.

Hendi mengatakan PGN mendukung penuh kebijakan pemerintah meningkatkan pasokan gas untuk kebutuhan domestik.

Kebijakan itu dinilai sebagai momentum yang sangat baik untuk mewujudkan program transformasi energi dari BBM ke gas seperti yang disampaikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun lalu.

Tinggalkan komentar

28 Februari 2013 · 10:35 PM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s