Petrokimia Dirikan Pabrik Asam Fosfat

Petrokimia Dirikan Pabrik Asam Fosfat

Rahma
Senin, 25 Feb 2013 – 12:03:36 WIB

Satunegeri.com – PT Petrokimia Gresik akan mendirikan pabrik asam fosfat. Direktur Utama PT Petrokimia Gresik Hidayat Nyakman. menyampaikan selama ini Indonesia mengimpor asam fosfat. Volume impor pada tahun 2012 sebanyak 225.000 ton dari Jordania, Maroko, Afrika Selatan, India, dan Filipina. Biaya yang dikeluarkan untuk mengimpor asam fosfat itu sebesar Rp 2,2 triliun per tahun. Asam fosfat merupakan bahan baku untuk membuat pupuk NPK Phonska.

“Pabrik baru senilai sekitar Rp 1,5 triliun ini diharapkan dapat mengurangi impor asam fosfat dan memenuhi kebutuhan pupuk nasional,” kata Hidayat, Sabtu (23/2), di Gresik, Jawa Timur.

PT Petrokimia Gresik membutuhkan sebanyak 600.000 ton asam fosfat per tahun. Sementara saat ini pabrik asam fosfat yang sudah dimiliki sejak 1985 dan baru memproduksi sebanyak 200.000 ton per tahun.

”Selama ini kami mengandalkan impor untuk memenuhi kebutuhan asam fosfat,” katanya.

Menurut Hidayat, pabrik yang baru juga akan menghasilkan sebanyak 200.000 ton asam fosfat per tahun. Untuk menutupi kekurangan, PT Petrokimia Gresik juga bekerja sama dengan Jordan Phospate Mine membangun pabrik asam fosfat di Gresik bernama PT Petro Jordan Abadi dengan kapasitas produksi 200.000 ton asam fosfat per tahun.

Sabtu siang lalu, pembangunan pabrik baru di atas lahan seluas 10 hektar itu diresmikan Gubernur Jawa Timur (Jatim) Soekarwo. ”Keberadaan pabrik baru sangat penting mengingat kebutuhan pupuk di Jatim tinggi,” katanya. Jatim saat ini membutuhkan sekitar 1,2 juta ton pupuk urea dan 300.000 ton pupuk NPK.

Selain peresmian pembangunan pabrik baru, PT Petrokimia Gresik juga menyosialisasikan pupuk ZA berwarna. Pewarnaan pupuk ini untuk mencegah penyelundupan pupuk bersubsidi jenis ZA.

”Pewarnaan ini bukanlah satu-satunya cara mengatasi kebocoran,” kata Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Kementerian Pertanian Gatot Irianto. Langkah lainnya yang juga perlu dilakukan adalah sistem distribusi.

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Arifin Tasrif menambahkan, saat ini yang diperlukan adalah data yang akurat di setiap daerah. Data tersebut harus mampu menggambarkan luas lahan dan kebutuhan pupuk di setiap daerah.

Tinggalkan komentar

26 Februari 2013 · 7:03 AM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s