Pemerintah Akan Tetapkan Tarif Listrik Tenaga Surya

Pemerintah Akan Tetapkan Tarif Listrik Tenaga Surya

Rahma
Senin, 25 Feb 2013 – 11:57:09 WIB

Satunegeri.com – Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana menyampaikan pemerintah akan menerbitkan aturan khusus mengenai tarif listrik yang dihasilkan tenaga surya.

Pemerintah akan menerbitkan aturan mengenai tarif khusus listrik yang dihasilkan dari pembangkit listrik tenaga surya. Dengan penetapan tarif tersebut, pemanfaatan tenaga surya untuk pembangkit listrik diharapkan dapat ditingkatkan untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak bagi pembangkit di sejumlah daerah.

“Jika investor menerapkan tingkat kandungan dalam negeri dalam proyek pembangunan PLTS 40 persen, investor bisa mendapat tarif listrik hingga mencapai 30 sen dollar AS,” kata Rida, akhir pekan lalu, di Jakarta,.

Hal ini diharapkan dapat menjadi insentif bagi investor untuk mengembangkan tenaga surya sekaligus mendorong industri di dalam negeri.

“Pembangkit tenaga surya itu akan menggantikan peran pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) pada siang hari sehingga kinerja PLTD akan berkurang dan diharapkan bisa menghemat konsumsi BBM sekaligus mengurangi polusi udara,” paparnya

Menurut Rida, selama ini tingkat konsumsi bahan bakar minyak (BBM) untuk pembangkit listrik masih tinggi sehingga berdampak pada tingginya biaya pokok penyediaan listrik. Untuk itu, pemerintah terus mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan termasuk surya.

Rida Mulyana menjelaskan, Kementerian ESDM sedang mendiskusikan mengenai tarif khusus listrik bagi tenaga surya bersama dengan Kementerian Keuangan dan Kementerian Koordinator Perekonomian. Pembahasan itu juga terkait penugasan kepada PT PLN untuk membeli listrik dari pembangkit tenaga surya tanpa proses negosiasi harga jual listrik.

Saat ini Kementerian ESDM mengkaji tarif listrik yang dihasilkan PLTS nonbaterai dan masuk dalam jaringan listrik. Dalam kajian itu diusulkan tarif khusus listrik yang diproduksi pembangkit tenaga surya 25-30 sen dollar AS per kilowatt hour (kWh), lebih rendah dibandingkan biaya penyediaan listrik berbasis BBM yang mencapai 35 sen dollar AS per kWh. ”Kalau PLTS pakai baterai, biaya penyediaan listriknya bisa dua kali lipat,” kata Rida.

Sementara itu, Direktur Utama PT PLN Nur Pamudji, Minggu (24/2), berharap program tarif khusus listrik (feed in tariff) untuk pembangkit berbasis energi baru terbarukan seperti pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) menjadi insentif berkembangnya produk dalam negeri.

Oleh karena itu, PT PLN meminta pemerintah secara jelas menunjuk komponen apa yang harus diproduksi di dalam negeri, misalnya panel surya, peralatan kontrol, dan baterai. ”Kalaupun saat ini produk itu belum tersedia maka harus ditargetkan kapan harus tersedia dan tidak boleh impor,” kata Nur.

”Di daerah yang sistem kelistrikannya didominasi PLTD, akan dibangun pembangkit tenaga surya tanpa baterai. Jadi, PLTS akan beroperasi pada siang hari saat ada sinar matahari, sedangkan PLTD hanya beroperasi pada malam hari,” kata Rida.

Tinggalkan komentar

25 Februari 2013 · 6:08 PM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s