PLN Wajib Beli Listrik Tenaga Matahari US$ 30 Sen/Kwh

PLN Wajib Beli Listrik Tenaga Matahari US$ 30 Sen/Kwh

Detikfinance Rista Rama Dhany
Jumat, 22 februari 2013 18:37 WIB

Jakarta – Pemerintah bakal mengeluarkan aturan yang mewajibkan PLN membeli listrik dari pembangkit listrik tenaga matahari (PLTS) dengan harga 25-30 sen/kWh.

“Permen (Peraturan Menteri) ESDM akan keluarkan feed in tariff listrik surya (PLTS) yang wajib dibeli PLN sebesar US$ 25 sen per kwh,” kata Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Rida Mulyana ketika ditemui di kantornya, Cikini, Jakarta, Jumat (22/2/2013).

Dikatakan Rida, rencana diterbitkannya aturan tersebut masih dikonsultasikan dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa.

“Memang US$ 25 sen per kwh cukup tinggi dibandingkan harga energi baru terbarukan lainnya, misalnya panas bumi (PLTP) yang hanya 10-18,5 sen per kwh,” kata Rida.

Alasannya, kata Rida, PLTS membutuhkan lahan yang sangat luas, dan itu pun kapasitas listriknya hanya 1 MW, kalau PLTP satu lubang bisa sampai 100 MW.

“Karena cukup susah PLTS, butuh lahan sangat luas, berhektar-hektar, tapi kalau PLTP satu lubang bisa sampai 100 MW,” tandas Rida.

Saat ini Pemerintah juga sedang menyiapkan aturan tarif energi baru agar investor bergairah dan tidak perlu negosiasi harga lagi dengan PLN.

Seperi pembangkit listrik tenaga Mini dan Mikro Hidro yang saat ini Rp 656/kWh direncanakan dinaikan menjadi Rp 800-Rp 1.600 kWh

Pembangkit listrik tenaga sampah kota saat ini Rp 850 per kWh direncanakan naik menjadi Rp 1.250-1.450 per kWh. Pembangkit listrik tenaga bayu direncanakan mencapai Rp 1.250-Rp 1.810 per kWh.

Tinggalkan komentar

23 Februari 2013 · 9:11 PM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s