Pemerintah Akan Genjot Eksplorasi untuk Tingkatkan Produksi Minyak

Pemerintah Akan Genjot Eksplorasi untuk Tingkatkan Produksi Minyak

Rahma | Kamis, 21 Feb 2013 – 15:53:12 WIB

Satunegeri.com – Wakil Menteri Energi Sumber Daya dan Mineral SusiloSiswoutomo menyatakan pemerintah akan meningkatkan eksplorasi, sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan produksi minyak. Pasalnya, kegiatan eksplorasi untuk menemukan ladang minyak baru selama sepuluh tahun terakhir ini masih minim.

“Ini disebabkan oleh biaya operasional yang mahal dan tingginya risiko kegagalan. Sehingga tidak bisa meningkatkan produksi minyak mentah di Indonesia,” kata Susilo, di Jakarta, Kamis (21/2).

Untuk meningkatkan produksi minyak di Indonesia, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral terus berupaya untuk mendorong eksplorasi minyak yang dilakukan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).

Menurut Susilo, untuk mencapai tujuan tersebut, dibutuhkan dukungan dari semua pihak.

Susilo mengatakan kegiatan eksplorasi saat ini hanya berani dilakukan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang berasal dari luar negeri seperti Chevron dan ExxonMobil karena biayanya bisa mencapai 200 juta dollar AS.

“Padahal diperlukan keterlibatan banyak KKKS nasional karena saat ini produksi minyak Indonesia saat ini hanya mencapai 850.000-900.000 ribu barrel perhari,” katanya.

Jumlah tersebut tidak mampu mencukupi kebutuhan masyarakat yang bisa mencapai 1,4 juta barrel perhari. Hal ini diperparah rendahnya produktivitas sumur-sumur minyak yang dimiliki Pertamina yang rata-rata sudah berusia 30 tahun.

Oleh karena itu Susilo menegaskan Kementerian ESDM pada tahun ini sudah menganggarkan dana sekitar 2,7 Milliar dollar AS kepada 220 KKKS untuk terlibat dalam kegiatan eksplorasi.

“Pada tahun ini kami akan menggalakkan seluruh KKKS kegiatan eksplorasi dan pengeboran. Dengan rencana ini kita bisa menemukan sumber minyak yang baru sehingga bisa mengurangi beban pemerintah yang mengimpor BBM bersubsidi,” kata Susilo

Susilo mengakui eksplorasi yang berjalan salama ini tidak sesuai dengan harapan. “Dari tahun 2001 sampai 2012 sebanyak 170-an Kontrak Kerja Sama (KKS) yang ditanda tangani, yang menjadi Plan of Development (POD) hanya 10,” terang Susilo.

Susilo menambahkan, data tersebut menunjukkan kurangnya tingkat produksi minyak di sehingga dibutuhkan eksplorasi. Selain itu, dilakukan penghematan dalam pengunaan BBM dan dukungan untuk pengembangan energi terbarukan.

Tinggalkan komentar

23 Februari 2013 · 3:42 PM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s