Kenaikan LPG 12 KG Belum Perlu Dilakukan

Kenaikan LPG 12 KG Belum Perlu Dilakukan

Ramdhan | Jumat, 22 Feb 2013 – 13:39:54 WIB

SatuNegeri.com – PT Pertamina (Persero) akan melakukan penyesuaian harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) 12 kilogram (kg) pada awal bulan maret. Rencananya, kenaikannya sebesar Rp 2.000. Pertamina mengaku terus mengalami kerugian dari pejualan gas 3 Kg. Tahun 2012 saja Pertamina memprediksi mengalami kerugian sebesar Rp 5 triliun dari produksi dan penyaluran elpiji.

Sedangkan disisi lain Pemerintah telah menaikan Tarif Tenaga Listrik (TTL) awal tahun sebesar 4,3 %, jika LPG dinaikan maka akan menyebabkan beban konsumsi yang luar biasa bagi masyarakat dan mendorong inflasi.

“Kenaikan LPG 12 Kg harus dikaji dengan seksama, mengingat kenaikan LPG hampir berbarengan dengan kenaikan tarif tenaga listrik (TTL) yang belum lama ini ditetapkan. Tentu kenaikan ini secara umum akan mempengaruhi tingkat konsumsi dan produksi kalangan menengah ke bawah,” menurut Anggota DPR RI Komisi VII Rofi Munawar di Jakarta (22/2) .

Kenaikan harga dikhawatirkan juga akan menyebabkan migrasi konsumen LPG 12 Kg kepada LPG 3 Kg, karena adanya disparitas harga yang cukup lebar. Di sisi lain jika tidak diantisipasi dengan maksimal maka akan memicu penimbunan dan penyelewengan yang dilakukan pihak yang tidak bertanggung jawab. Diperkirakan setiap rupiah kenaikan pada harga tabung LPG 12 kg akan berpotensi menambah konsumsi LPG tabung 3 kg sebesar 108 kg.

Legislator dari Fraksi PKS ini menambahkan, seringkali kita saksikan di lapangan harga LPG dari Pertamina mengalami kenaikan hampir 10 persen dari penetapan harga resmi pada tingkat distributor, sehingga konsumen merasakan beban. Belum lagi jika jaraknya jauh dari pusat distrubutor, maka harga akan semakin melonjak. Karenanya Pertamina perlu melakukan perbaikan infrastruktur distribusi dalam lingkup manajemen maupun teknis operasional agar lebih efisien.

“Kenaikan harga LPG 12 Kg juga akan berimplikasi kepada tingkat pertumbuhan sektor usaha kecil, dikarenakan biaya produksi akan semakin meningkat dan memberatkan mereka. Tentu ini akan berdampak pada kenaikan harga penjualan di tingkat konsumen. Karenanya ada baiknya jika LPG tidak perlu naik tahun ini, masih banyak solusi alternatif yang bisa dilakukan.” tegas Rofi.

Menurut Lembaga Management Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LM FEUI) saat ini kebutuhan LPG nasional untuk ukuran 3 Kg saat ini adalah sekitar 10.000 ton per hari, sedangkan kebutuhan untuk ukuran 12 Kg saat ini sekitar 5000 ton per hari. Selanjutnya, total produksi LPG nasional saat ini sekitar 6000-7000 ton per hari sehingga untuk memenuhi kebutuhan domestik dilakukan impor. Namun demikian, pada setiap daerah di Indonesia sering terjadi kekurangan pasokan, khususnya saat peningkatan konsumsi pada hari besar nasional yang melonjak sekitar 6-10 persen. Saat ini pertumbuhan konsumsi LPG nasional sekitar 10 persen per tahun, terkait bertambahnya wilayah program konversi minyak tanah yang dilakukan Pemerintah.

“Kenaikan LPG tahun 2013 sangat memberatkan bagi masyarakat dan belum tepat, mengingat secara internal masih banyaknya kebocoran dan penyelewengan LPG yang terjadi selama ini akibat kelalaian dalam proses distribusi maupun pemasaran. Sedangkan secara faktor eksternal adanya kenaikan TTL menambah fixed cost masyarakat meningkat, ” tukas Rofi.

PT Pertamina memperkirakan kerugian gas LPG 12 kilogram hingga akhir tahun 2012 saja mencapai Rp 4,6 triliun. Sedangkan kerugian untuk tahun 2013 diperkirakan mencapai Rp 3,6 triliun. Turunnya kerugian karena Pertamina berencana untuk menaikkan harga LPG 12 kg sebesar Rp 2.000 tahun depan.

Tinggalkan komentar

23 Februari 2013 · 11:02 AM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s