KILANG TANGGUH: SKKP Migas Siapkan Train Empat Berkapasitas 3,8 Juta Ton

Blog 34

Riendy Astria | Minggu, 10 Februari 2013 | 17:22 WIB
Bisnis.com | JAKARTA – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi sedang menyiapkan proyek perluasan Kilang Tangguh Train keempat berkapasitas 3,8 juta ton per tahun (mtpa) yang berlokasi di Teluk Bintuni, Papua Barat.

Adapun pengembangan Tangguh train keempat berkemungkinan disinergikan dengan blok yang dikelola perusahaan lain yang  lokasinya berdekatan, seperti Bintuni dan Kaimana.

Sekretaris SKK Migas Gde Pradnyana saat ini BP Berau Ltd, selaku operator Tangguh, sudah melakukan eksplorasi untuk mencari cadangannya. Bila cadangan ditemukan, selanjutnya akan ditanyakan kepada pemerintah untuk melanjutkan pengembangannya

“Kita sedang eksplorasi dulu. Kalau ada cadangan baru, akan tanya ke pemerintah, terus bagaimana pengembangannya,” kata Gde, Minggu (10/2).

Menurut Gde, proyek Kilang LNG Tangguh sangat memungkinkan untuk dikembangkan sampai Train empat. Bahkan, lanjutnya, lokasi proyek kilang LNG Tangguh sudah dipersiapkan hingga delapan train.

“Kalau lihat cadangannya begitu, memang bisa sampai delapan. Jangan lupa ya, di situ ada beberapa Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang bisa disinergikan.”

Maksudnya disinergikan artinya pola pengembangan Tangguh akan seperti Blok Mahakam (Total EP Indonesie) yang akan digabung dengan blok yang dioperasikan Chevron dan ENI.

Lokasi Teluk Bintuni sangat berdekatan atau menempel dengan Tangguh, begitu juga dengan Teluk Kaimana.

“Logikanya yang bisa digabung Bintuni dan Kaimana. Akan sangat janggal kalau bangun kilang tidak sharing, apalagi dengan kondisi seperti itu,” tambahnya. Adapun saat ini, wilayah kerja Bintuni sedang dalam tahap eksplorasi.

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Edy Hermantoro mengatakan saat ini BP sedang melakukan survei seismik 3D untuk mengetahui potensi migas di area Tangguh. Pencarian cadangan ini nantinya akan ditindaklanjuti dengan eksplorasi baru. “Kalau berhasil ini akan jadi train 4,” kata Edy.

Bila berhasil dikembangkan dan harga gas bisa diterima di dalam negeri, alokasi produksi train 4 Tangguh bisa saja sebagian besar untuk domestik. Sementara untuk Tangguh Train 3, telah disepakati minimal 40% produksinya digunakan untuk domestik.

Saat ini, Kilang Tangguh sudah mengoperasikan dua train dengan total produksi 7,6 juta ton per tahun. Adapun produk LNG dipasarkan ke China, Korea Selatan, Amerika Serikat dan domestik.

Sementara, proyek Tangguh train ketiga berkapasitas 3,8 juta ton per tahun sedang dalam tahap pembangunan dengan target produksi pada 2018. Selain dijadikan train ketiga LNG, perluasan proyek Tangguh juga akan menyuplai pabrik pupuk sebesar 180 juta kaki kubik per hari (MMscfd) dan pembangkit listrik sebesar 15 MMscfd.

Adapun BP memiliki kepemilikan saham di Tangguh sebesar 37,16%, dengan mitra  MI Berau BV 16,3%, CNOOC Ltd 13,9%, Nippon Oil Exploration (Berau), Ltd. 12,23%. Ada juga KG Berau/KG Wiriagar 10%, LNG Japan Corporation 7,35% dan Talisman 3,06%.

Tinggalkan komentar

Filed under Minyak & Gas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s