BLOK MAHAKAM: Masih Status Quo, Jero Wacik Belum Berani Ambil Keputusan

Blog 42

Riendy Astria | Kamis, 14 Februari 2013 | 18:45 WIB

Bisnis.com | JAKARTA: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik belum memutuskan kelanjutan kontrak Blok Mahakam, Kalimantan Timur yang segera berakhir pada 2017.

Menurutnya, dalam pengelolaan Blok Mahakam, pemerintah akan mengutamakan kepentingan nasional. Dia masih mengkaji dan melihat kemampuan dari perusahaan migas nasional.

“Masih dibahas, yang pasti pemerintah akan mengutamakan kepentingan nasional,” kata Wacik dalam pembukaan rapat kerja tahunan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas), Kamis (14/2).

Dirjen Migas Kementerian ESDM Edy Hermantoro menambahkan pemerintah masih melakukan kajian mendalam . Dia akan mempertimbangkan beebrapa faktor, seperti cadangannya, potensi kegiatan eksplorasi, dan kinerja perusahaan saat melakukan program seperti apa,” katanya.

Menurut dia, kajian teknis dan ekonomis tersebut dilakukan dengan didasari pada keuntungan bagi negara, pemenuhan pasokan ke dalam negeri, dan upaya mempertahankan atau meningkatkan produksi.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Indonesia Resources Studies (Iress), Marwan Batubara melaporkan Menteri ESDM Jero Wacik, Wamen ESDM Susilo Siswoutomo, dan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Laporan itu didasari sikap dan pernyataan ketiganya yang dinilai lebih memihak kepentingan asing melalui rencana perpanjangan kontrak Mahakam kepada perusahaan Total asal Perancis dan Inpex asal Jepang.

Tinggalkan komentar

Filed under Ekonomi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s