Produsen Baja China Diduga Akali Bea Masuk Impor

Blog 16

Maulana  |  Jumat, 15 Feb 2013 | 07:53:55 WIB
SatuNegeri.com – Banyak baja asal China di pasar domestik dengan harga 3-5% lebih murah dari harga baja lokal, dikeluhkan oleh para pelaku Industri baja lokal. Mereka menduga para produsen baja asal China melakukan praktik bisnis tak terpuji, dengan mengakali aturan bea masuk impor yang ditetapkan pemerintah.

Direktur PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk Gunato Gunawan mengatakan, hal ini dilakukan untuk menghindari bea masuk baja impor sebesar 5 persen yang ditetapkan pemerintah Indonesia.

“Modusnya pada dokumen baja asal China laporannya diklaim telah mengandung boron (bahan campuran baja untuk meningkatkan kekuatan baja berketebalan tipis). Padahal, setelah dicek kandungan boronnya sangat kecil, hanya 0,008 persen saja,” katanya.

Keluhan serupa juga disampaikan Presiden Direktur PT Gunung Raja Paksi Djamaluddin Tanoto. Pasalnya, derasnya baja impor asal China tersebut makin memberatkan produsen baja lokal.

kenaikan harga bahan baku baja secara signifikan sejak awal 2013 membuat industri baja nasional terpaksa melakukan kenaikan harga produk baja berkisar 13 -15 persen dari harga lama. Bahan baku yang mengalami kenaikan antara lain adalah scrap (besi bekas), iron ore pellet (bijih besi), dan slab (baja setengah jadi) yang sebagian besar masih diimpor.

Direktur Pemasaran PT Krakatau Steel Tbk., Yerry menegaskan, Industri baja di Indonesia adalah yang terakhir melakukan kenaikan harga.

Produsen baja di regional seperti Malaysia, Thailand dan Vietnam bahkan telah menaikkan harga jual produk baja mereka sejak Januari 2013. Karena, kenaikan harga bahan baku baja juga dialami industri baja di tiga negara tersebut.

Salah satu terobosan yang dilakukan KS untuk menekan biaya dengan memasarkan langsung produk baja ke pelanggan besar di sektor konstruksi dan manufaktur tanpa melalui distributor.

Terobosan itu bertujuan untuk meningkatkan volume penjualan, dan PT KS dapat menjual produk dengan harga yang lebih baik, sehingga dapat meningkatkan profitabilitas.

Tinggalkan komentar

Filed under Ekonomi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s