PERTAMINA GAS : Pengaliran Gas Melalui Ruas Pia Arun-Belawan 80 Juta Kaki Kubik

A Chinese worker checks the valve of a g

Foto: arabianoilandgas.com

Lili Sunardi | Rabu, 13 Februari 2013 | 20:27 WIB

Bisnis.com | JAKARTA – PT Pertamina Gas (Pertagas) telah memperoleh kepastian volume pengaliran gas melalui proyek pipa gas ruas Arun-Belawan, yaitu sebanyak 80 juta kaki kubik (million metric cubic feet per day/MMSCFD).

Direktur Utama Pertagas, Gunung Sardjono Hadi mengatakan gas yang akan dialirkan melalui proyek pipa senilai Rp5,3 triliun itu adalah milik PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Rencananya, kontrak pengangkutan gas (gas transportation agreement/GTA) antara Pertagas dengan PLN akan ditandatangani Maret mendatang.

“Kami targetkan GTA akan ditandatangani Maret 2013 ini. Volume gas sebanyak 80 MMSCFD itu adalah milik PLN yang berasal dari Kilang Tangguh dan diregasifikasi di Terminal Arun, Aceh,” katanya di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Rabu (13/2/2013).

Gunung mengungkapkan dengan adanya kepastian volume gas yang dialirkan tersebut, maka Pertagas akan segera memulai proyek itu. Pasalnya, gas milik PLN itu harus dialirkan dari Arun menuju Medan untuk memenuhi kebutuhan gas pembangkit listrik milik PLN di wilayah itu.

Tahun ini, perseroan mengalokasikan dasa sebesar Rp2,4 triliun untuk pembangunan 370 kilometer pipa penyaluran gas ruas Arun-Belawan. Dana tersebut memangkas 70% dari rencana investasi Pertagas pada 2013 yang sebesar Rp3,41 triliun.

“Anggaran di 2013 akan menyelesaikan 50% dari keseluruhan biaya proyek pipa Arun-Belawan yang sebesar Rp5,3 triliun. Sisanya, akan dialokasikan pada 2014, dan kami optimistis proyek ini dapat selesai pada akhir 2014,” jelasnya.

Menurutnya, pihaknya masih akan mencari tambahan volume gas yang akan dialirkan melalui pipa tersebut agar kapasitasnya yang sebesar 200 MMSCFD dapat terpenuhi. Salah satunya, gas dari Blok A yang dioperasionalkan oleh PT Medco EP Malaka.

Dalam kesempatan itu, Gunung juga memastikan perseroan telah memperoleh perusahaan yang akan memasok pipa sepanjang 370 kilometer berdasarkan hasil tender. Tender itu sendiri diikuti oleh 5 perusahaan, yakni PT KHI Pipe Industries, PT Bakrie Pipe Industries, PT Bumi Kaya Steel Industries, dan PT Steel Pipe Industry of Indonesia.

Proyek pipa gas ruas Arun-Belawan awalnya ditargetkan akan beroperasi pada awal 2014, namun mengalami kemunduran karena belum ditentukannya alokasi gas yang akan dialirkan melalui pipa itu. Padahal, Pertagas telah memiliki izin prinsip dari Gubernur Sumatera Utara dan Aceh.

Sebelumnya, Pertagas menyiapkan anggaran belanja modal (Capital Expenditure/Capex) sebesar Rp3 triliun-Rp4 triliun untuk investasi pada 2013. Anggaran tersebut akan digunakan untuk melanjutkan proyek-proyekk yang sudah berjalan hingga kini.

Proyek-proyek tersebut antara lain pembangunan pipa Semarang-Gresik, mempercepat pembangunan pipa Cirebon-Semarang, pipa Cirebon-Bekasi, dan pipa Arun-Belawan. Perseroan mengharapkan pembangunan pipa tersebut bisa selesai pada 2014.

Saat ini Pertagas memiliki tiga anak perusahaan, terdiri dari Pertasantan Gas, PertadayaGas, dan Pertagas Niaga. Pertadaya Gas merupakan perusahaan konsorsium dengan Indonesia Power untuk melihat peluang bisnis transportasi LNG di Indonesia Timur.

Tinggalkan komentar

Filed under Energi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s