Pertambangan Indonesia Masuk 10 Besar Predikat Not to Invest

Tambang

Ramdhan  |  Senin, 04 Feb 2013 – 11:34:28 WIB
SatuNegeri.com – Berdasarkan Survei yang dilakukan lembaga kajian industri mineral, Behre Dolbear Group Inc, terhadap 25 negara tujuan investasi pertambangan pada 2012. Praktik korupsi di Indonesia menjadi faktor terlemah sehingga investor asing kurang berminat untuk berinvestasi pada sektor pertambangan di Tanah Air.

Dari tujuh kategori untuk menilai persepsi investor berinvestasi  pada sektor pertambangan di 25 negara, Indonesia menempati peringkat 18 dengan nilai total 27 atau sama dengan 2011.  Peringkat Indonesia masih di bawah Australia, Kanada, dan Brasil serta India, Filipina, dan China.

Investasi pertambangan di Indonesia hanya dinilai positif untuk sistem politik, yaitu enam, untuk  Responden survei menilai sistem politik  nasional kondusif untuk investasi pertambangan. Sementara sistem ekonomi mendapat nilai lima dari responden.  Itu berarti, responden masih wait and see terhadap sistem ekonomi yang dijalankan pemerintah.

Behre Dolbear menyebutkan iklim investasi sektor pertambangan di Indonesia masih berada dalam 10 daftar negara dengan predikat not to invest. Indonesia disebut belum mengalami perbaikan iklim investasi yang serius khususnya pada masalah korupsi.

“Meski di Indonesia ada upaya melawan korupsi, tapi ini tidak cukup untuk mengangkat rating. Apa yang terjadi hampir sama seperti di Afrika Selatan,” tulis laporan Behre Dolbear.

Menanggapi laporan tersebut, Wakil Ketua Umum Indonesia Mining Association (IMA) Tony Wenas mengakui iklim investasi sektor pertambangan dipengaruhi banyak hal, termasuk stabilitas regulasi hingga sosial dan politik.

Dia tidak terkejut jika iklim investasi Indonesia dinilai tidak kunjung membaik.  Kondisi ekonomi global saat ini sangat berpengaruh bagi investasi sektor pertambangan yang membutuhkan permodalan cukup besar untuk mereka melakukan investasi.

Salah satu aturan yang dinilai sebagai disinsentif menurut Tony adalah rencana pemerintah mengubah aturan terkait pinjam pakai lahan hutan untuk sektor pertambangan. Pemerintah berniat menaikan tarif sewa pinjam pakai lahan hutan yang selama ini dinilai masih terlalu rendah.

Irwandy Arif, pengamat pertambangan mengatakan, berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada 2012 realisasi investasi asing di sektor pertambangan mencapai US$ 4,3 miliar. Investasi itu mendominasi sektor-sektor yang selama ini diminati asing dari Januari-Desember 2012 dengan porsi  17,3%

Tinggalkan komentar

Filed under Mineral

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s