HILIRISASI MINERAL: Perlu Insentif Untuk Penuhi Amanat UU Minerba

Blog 17

Winda Rahmawati | Rabu, 13 Februari 2013 | 21:02 WIB
Bisnis.com | JAKARTA – Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) mengatakan perlunya memberi insentif hilirisasi mineral untuk memenuhi amanat Undang-undang Minerba 2014 yang mengatur perubahan ekspor row material menjadi barang manufaktur.

“Undang-undang Minerba itu bisa kita penuhi artinya ekspor row material bisa diolah lagi. Kalau hanya mengandalkan tambang, multiplyer efektif itu rendah,” ujar Direktur Perencanaan Industri Agribisnis dan  Sumber Daya Alam Hanung Harimba seusai acara ANZ Economic Outlook 2013, Rabu (13/2).

Dia memaparkan insentif untuk hilirasasi tersebut dapat dilakukan dengan tiga cara. Pertama, meninjau seluruh kebijakan mana saja yang sekarang ini tidak mendukung hilirisasi. Kedua, kebijakan-kebijakan dari mitra dagang apakah mereka menghambat proses hilirasi dalam negeri, jika ada maka akan dicounter.

Ketiga, dukungan infrastuktur, misalnya pasokan listrik untuk mineral padat energi  pada satu pabrik smelter bisa ditingkatkan hingga 120 megawatt.

Dia juga mengatakan isi dari UU Minerba 2014 tersebut memiliki  peluang besar untuk menarik investasi mengingat banyak industri smelter yang tumbuh di Indonesia, khususnya di Indonesia timur seperti Halmaherea dan Sulawesi Tenggara dimana investasinya mencapai USD$ 5miliar.

Namun, dia mengeluhkan kendala energi dan dan pasokan gas menghambat proses hilirisasi tersebut karena jaminan pasokan kontrakannya yang berjangka panjang  “Kalau kontrak-kontrak gas itu jangka panjang kontraknya dengan pihak bisa 10 tahun , untuk mengalihkannya tidak gampang.”

Tinggalkan komentar

Filed under Ekonomi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s