Penambangan Bauksit Akibatkan Sejumlah Pulau Rawan Tenggelam

Bauksit

Foto: id.wikipedia.org

Rahma | Selasa, 29 Jan 2013 – 10:03:32 WIB

Satunegeri.com – Akibat penambangan bauksit yang berlangsung bertahun-tahun, sejumlah pulau di sekitar Batam dan Bintan, Kepulauan Riau, rawan tenggelam. Di sekitar Bintan, setidaknya dua pulau terancam tenggelam karena abrasi dan penambangan. Pulau Sentot di utara Bintan pun terancam abrasi.

”Pulau Sentot luasnya tak sampai 2 hektar dan hanya berupa pasir. Itu pulau terdepan dan penting untuk menetapkan perbatasan,” ujar Rahmad, warga Bintan, Senin (28/1). Luas dan ketinggian pulau berkurang akibat abrasi dan penambangan bauksit.

Di Selatan Bintan, yakni  Pulau Tembora pun terancam penambangan bauksit. Warga khawatir luas pulau berkurang dan tenggelam akibat penambangan.

”Kami juga khawatir dengan Pulau Ngalih yang disasar sebagai lokasi pertambangan. Padahal, pulaunya kurang dari 80 hektar, termasuk pulau kecil yang dilarang untuk penambangan,” ujarnya.

Sedikitnya enam pulau di pesisir barat dan selatan hampir tenggelam seluruhnya. Lebih dari separuh pulau-pulau itu terendam air laut. Sisanya berupa daratan dengan pasir.

Garis terluar pulau-pulau itu masih terlihat. Namun, garis terluar ada di bawah air. Jika tidak tenggelam, luas asli pulau jauh lebih besar dari kondisi saat ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertambangan Bintan Wan Rudi membantah Pulau Tembora rawan tenggelam. Luas pulau itu lebih dari 200 hektar dan pemegang izin usaha pertambangan di pulau itu menjamin akan mereklamasi bekas lubang tambang. ”Pulau Ngalih kami pastikan hanya untuk pertanian. Memang ada beberapa kali kabar disasar pertambangan, tapi selalu kami tolak,” ujarnya.

Di Pulau Batam, sedikitnya delapan pulau terancam hilang karena abrasi. Pulau Putri dan Pulau Batu Berantai di utara Batam terancam hilang karena abrasi. Seperti Pulau Sentot, kedua pulau itu pulau terdepan.

Pada sisi barat dan selatan Batam juga terdapat sejumlah pulau kecil yang nyaris tenggelam seluruhnya. Pulau-pulau itu terletak di dekat Jembatan Barelang IV dan V. Berdasar pemantauan dari udara, Minggu (27/1) siang.

Sejauh ini, 120 pulau di Kepulauan Riau terancam hilang dalam 10 tahun ke depan. Sebagian besar akibat kenaikan permukaan air laut dan abrasi. Permukaan laut Indonesia naik paling rendah 3 milimeter per tahun. Kenaikan itu merusak pesisir dengan ketinggian hingga 0,6 meter.

Selain Batam dan Bintan, pulau-pulau di Natuna dan Anambas paling rawan hilang akibat abrasi dan kenaikan permukaan air laut. Di dua kabupaten kepulauan itu, tinggi beberapa pulau beberapa meter saja di atas permukaan laut.

Tinggalkan komentar

Filed under Mineral

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s