KINERJA PLN: Penghematan Ditargetkan Rp2 Miliar Per Bulan

394782_lampochka_yelektrichestvo_osveshhenie_yenergiya_id_1680x1050_(www.GdeFon.ru)

Foto: gdefon.com

Nurbaiti | Senin, 28 Januari 2013 | 16:27 WIB

PEKANBARU: PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Wilayah Riau dan Kepulauan Riau menargetkan penghematan sekitar Rp2 miliar per bulan sejalan dengan upaya pengurangan penggunaan bahan bakar minyak beberapa pembangkit yang diganti dengan olein.

General Manager PT PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau Doddy B. Pangaribuan mengatakan mulai bulan ini sudah ada beberapa mesin pembangkit yang sebelumnya menggunakan BBM (high speed diesel/HSD) diuji-cobakan menggunakan olein yang terbuat dari minyak kelapa sawit.

“Target kami, mulai April 2013 sudah ada penghematan sekitar Rp2 miliar per bulan dengan pengurangan pemakaian BBM untuk pembangkit,” katanya, hari ini.

Dia menjelaskan untuk tahap awal, beberapa mesin pembangkit yang selama ini sepenuhnya menggunakan BBM, sekitar 80%-nya akan diganti dengan olein. Targetnya, imbuhnya, penggunaan BBM sebesar 25.000 KL bisa diganti dengan 25.000 ton olein.

“Jadi, yang tadinya mesin pembangkit itu menggunakan 100% diesel, kita coba campur dengan 80% olein,” tutur Dodi.

Manager Teknik PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau Pintor Rumapea menambahkan pencampuran penggunaan BBM dan olein tersebut akan dilakukan di lima lokasi pembangkit dengan total kapasitas 42,8 MW.

Menurutnya, pemilihan olein sebagai bahan bakar subtitusi solar karena struktur dan kandungan olein hampir sama dengan solar, sehingga tidak perlu mengganti mesin pembangkitnya. Selain itu, harganya juga relative lebih murah ketimbang solar.

Dia menggambarkan bila biaya penyediaan listrik dari mesin berbahan bakar HSD sekitar Rp3.000/kwh, maka dengan bahan bakar olein paling tinggi Rp2.800/kwh.

“Pembangkitnya tetap mesin HSD, tetapi bahan bakarnya saja yang diganti dengan olein. Olein ini juga lebih bersih ketimbang BBM dan termasuk energi terbarukan, jadi bisa dibuat lagi,” jelasnya.

Dia mengungkapkan secara keseluruhan rencana penggunaan olein untuk bahan bakar pembangkit listrik di wilayah Indonesia bagian barat sekitar 70.000 ton, dan 25.000 ton ada di Riau.

Sebagai pemasok olein untuk bahan bakar pembangkit PLN, Pintor mengatakan perusahaan listrik pelat merah itu bekerja sama dengan beberapa perusahaan perkebunan kelapa sawit, di antaranya dengan PTPN V.

“Inikan baru penjajakan. Mudah-mudahan uji coba penggunaan olein berjalan lancar, sehingga banyak perusahaan lainnya yang mau menjadi pemasok olein ke PLN,” tuturnya.

Tinggalkan komentar

Filed under Energi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s