BUKIT ASAM Mundurkan Target Produksi CBM

c

Foto: thebrokenview.deviantart.com

Lili Sunardi | Senin, 28 Januari 2013 | 17:25 WIB

Bisnis.com | JAKARTA – PT Bukit Asam (Persero) Tbk menargetkan dapat memproduksi gas metana batu bara (coal bed methane/CBM) pada akhir 2013 untuk dimanfaatkan sebagai sumber energi pembangkit listrik dari sumur III CBM Tanjung Enim.

Corporate Secretary PT Bukit Asam (Persero) Tbk Joko Pramono mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan dewatering di sumur III CBM Tanjung Enim, Sehingga akhir 2013 nanti diharapkan gas CBM dari lokasi pengeboran itu sudah dapat dimanfaatkan.

“Kami targetkan memang akhir 2013 sudah berproduksi. Untuk produksi awalnya kami masih menunggu proses dewatering selesai, tapi cadangan gas CBM di lokasi itu mencapai 50 million metric standard cubic feet per day (mmscfd) yang dapat menghasilkan listrik sebanyak 250 megawatt (MW),” katanya di Gedung Antam, Jakarta, Senin (28/1).

Joko mengungkapkan sebenarnya perseroan menargetkan dapat memproduksi CBM pada akhir 2012 lalu. Namun karena munculnya kendala saat melakukan pengeboran, maka pihaknya memundurkan target produksi CBM hingga akhir tahun ini.

Selain menggarap sumur CBM di Tanjung Enim, perseroan juga tengah melakukan de study terhadap sumur CBM di Ombilin. Sementara untuk sumur CBM di Peranap, perseroan masih akan melakukan kajian apakah akan melanjutkan proses produksi CBM di sumur yang memiliki cadangan gas kecil itu.

Terkait dana investasi, Joko menjelaskan perseroan hanya mengeluarkan investasi dalam bentuk sarana dan prasarana, serta proses perizinan pengeboran di Tanjung Enim. Sedangkan untuk operasional pengeboran akan dikeluarkan oleh Dart Energy.

Pengembangan Blok CBM Tanjung Enim tersebut dikerjakan oleh konsorsium yang melibatkan tiga perusahaan, yaitu Bukit Asam, Pertamina Hulu Energi–anak usaha PT Pertamina (Persero)–dan Dart Energy, perusahaan migas asal Australia.

Dart Energy menguasai 45% hak partisipasi di blok CBM Tanjung Enim, sementara sisanya dimiliki oleh Bukit Asam dan Pertamina Hulu Energi dengan masing-masing 27,5% hak partisipasi di blok tersebut.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperkirakan cadangan CBM di Tanjung Enim sekitar 0,8 TCF. Kontrak bagi hasil antara konsorsium dengan pemerintah sendiri telah ditandatangani pada Agustus 2009, sementara Joint Operation Agreement ditandatangani pada Februari 2011 lalu.

Indonesia tercatat sebagai negara yang memiliki cadangan CBM terbesar keenam di dunia yaitu sebesar 453 triliun kaki kubik (TCF). Cadangan CBM Indonesia terutama berlokasi di Sumatra Selatan sebesar 183 TCF, Barito 101,6 TCF, Kutai 80,4 TCF dan Sumatera Tengah 52,5 TCF.

Tinggalkan komentar

Filed under Ekonomi, Mineral

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s