ATURAN PERTAMBANGAN: Perhapi Minta Seluruh Regulasi Disatukan

m

Foto: en.wikipedia.org

Lili Sunardi |Selasa, 29 Januari 2013 | 15:27 WIB

Bisnis.com | JAKARTA – Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) meminta pemerintah menyatukan aturan mengenai pertambangan agar pengusaha tidak terus dibebani dengan aturan yang terkait dengan peningkatan penerimaan negara.

Ketua Perhapi Achmad Ardianto mengatakan tidak satu pintunya perizinan pertambangan mengakibatkan semua pihak mengeluarkan aturan yang bertujuan meningkatkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

Padahal, selama ini pengusaha pertambangan telah mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk melaksanakan usahanya.

“Munculnya rencana menaikkan izin pinjam pakai kawasan hutan untuk pertambangan adalah implikasi tidak adanya kebijakan mineral dan batu bara (minerba) yang pasti. Karena semua pihak berlomba-lomba men-drive aturan dengan alasan meningkatkan PNBP,” katanya di Jakarta, Selasa (29/1).

Dia menambahkan seharusnya kebijakan minerba terus konsisten dan mempertimbangkan iklim industri minerba di dalam negeri. Dengan demikian, pelaku pertambangan mendapatkan kepastian hukum saat memulai usahanya.

Meski demikian, Perhapi tidak menolak upaya pemerintah meningkatkan tarif izin pinjam pakai kawasan hutan untuk pertambangan. “Mari duduk bersama dan menghitung ulang, apakah rencana menaikkan tarif pinjam pakai kawasan hutan sebesar 30%-40% benar-benar memberatkan pengusaha.”

Seperti diketahui Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengeluarkan wacana menaikkan tarif pinjam pakai kawasan hutan untuk pertambangan sebesar 33%.

Perubahan tarif itu nantinya juga akan disertai dengan perubahan terhadap Peraturan pemerintah (PP) No. 2/2008 tentang jenis dan tarif atas jenis PNBP yang berasal dari penggunaan kawasan hutan untuk kepentingan pembangunan di luar kegiatan kehutanan yang berlaku pada Kemenhut.

Tinggalkan komentar

Filed under Mineral

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s