Produksi Migas Anjlok Akibat Cuaca Buruk

Firefighter

Foto: commons.wikimedia.org

Rahma | Senin, 28 Jan 2013 – 09:18:59 WIB

Satunegeri.com – Produksi minyak dan gas bumi nasional menurun signifikan akibat cuaca buruk. Berdasarkan catatan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi,realisasi produksi minyak sepanjang pekan lalu anjlok hingga 98.000 barrel per hari sehingga produksinya menjadi 802.000 barrel per hari.

”Produksi migas  menurun sangat tajam hingga pada level 802.000 barrel per hari. Saat ini produksi minyak mulai pulih,” kata Deputi Pengendali Operasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Gde Pradnyana, Sabtu (26/1), di Jakarta.Akibat cuaca buruk, produksi lebih rendah dibandingkan target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2013 yang sebesar 900.000 barrel per hari. Kondisi ini terjadi akibat dampak cuaca buruk dalam beberapa hari terakhir.

Pada medio Januari,  gelombang di Laut Jawa mencapai ketinggian 6 hingga 7 meter sehingga tali jangkar dan pipa salur tangki penampung minyak di lepas pantai terputus.Kehilangan produksi 13.000 barrel per hari, misalnya, terjadi karena penghentian operasi HESS Jawa Timur selama pemindahan anjungan pemboran (rig), yang terkendala cuaca.

“Pipa salur di Lapangan Poleng putus sehingga Blok West Madura Offshore hanya mampu berproduksi kurang dari 2.000 barrel per hari dari target 25.000 barrel per hari,” kata Gde Pradnyana. Pada saat bersamaan, katanya, terjadi getaran hebat pada katup penghubung di area pembuatan propana Unit 2 Kilang Tangguh, Papua Barat, yang menyebabkan kilang harus berhenti beroperasi. Akibatnya,  kehilangan produksi kondensat 4.000 barrel per hari.

“Beberapa kebocoran juga dialami Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java,” katanya

Chevron Indonesia Company yang beroperasi di Selat Makassar, melaporkan, kompresor pengangkat gas sudah beroperasi lagi sehingga akan kembali menambah produksi minyak 2.300 barrel per hari.

Sementara itu, Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini sebelumnya menyatakan pesimistis dapat mencapai target produksi minyak mentah siap jual (lifting) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2013 yang ditetapkan sebanyak 900.000 barrel per hari.Realisasi produksi minyak mentah tahun 2013 diperkirakan hanya berkisar 830.000-850.000 barrel per hari.

“Produksi bisa 850 ribu barel per hari, dengan asumsi beberapa gangguan operasi seperti cuaca buruk dapat diatasi dan laju penurunan produksi minyak secara alamiah bisa ditahan,” kata Rudi.

Tinggalkan komentar

Filed under Minyak & Gas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s