4 Prioritas Migas Tahun 2013

Foto: arabianoilandgas.com

Ridwan | Senin, 28 Jan 2013 – 10:43:48 WIB

Satunegeri.com – Untuk prioritas minyak dan gas bumi (Migas) tahun 2013, Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menetapkan 4 program prioritas, Empat program ini yaitu peningkatan produksi migas, konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG), pengendalian penggunaan BBM bersubsidi dan insentif eksplorasi migas.

Plt Dirjen Migas, Kementerian ESDM, Edy Hermantoro mengatakan, Pemerintah akan melakukan berbagai upaya dalam meningkatkan eksplorasi minyak antara lain melalui enhanced oil recovery (EOR) serta percepatan rencana pengembangan lapangan (PoD).

Sementara untuk program konversi BBM ke BBG, Pemerintah akan membangun SPBG dan jaringan pipa gas di Jabodetabek. Pihaknya menyediakan Rp474 miliar untuk mendirikan SPBG dan Rp130 miliar untuk pembangunan jaringan pipa. SPBG dan jaringan pipa ini nantinya akan saling terhubung. “Dengan pembangunan pipa gas ini, kita berusaha mengepung Jakarta. Kira-kira begitu,” katanya.

Sementara untuk pengendalian penggunaan BBM bersubsidi, Menteri ESDM telah mengeluarkan Permen ESDM No 01 tahun 2013 tentang Pengendalian BBM Bersubsidi.

Nantinya, pembatasan penggunaan BBM bersubsidi jenis bensin RON 88 untuk kendaraan dinas instansi Pemerintah, Pemda, BUMD dan BUMD, diperluas dan akan dilaksanakan di wilayah Sumatera dan Kalimantan mulai 1 Februari 2013 dan 1 Juli 2013 untuk Sulawesi.

Sedangkan pembatasan penggunaan BBM bersubsidi jenis solar, menurut Edy, untuk kendaraan dinas akan dilakukan instansi Pemerintah, Pemda, BUMD dan BUMD yang dimulai 1 Februari 2013 di Jabodetabek dan 1 Maret 2013 untuk wilayah Jawa-Bali lainnya. Diatur pula, mobil barang dengan jumlah roda lebih dari empat untuk pengangkutan hasil kegiatan perkebunan dan pertambangan dilarang menggunakan minyak solar bersubsidi.

Transportasi laut berupa kapal barang nonperintis dan nonpelayaran rakyat, mulai 1 Februari 2013 juga dilarang menggunakan minyak solar subsidi. “Melalui pengendalian ini, diharapkan konsumsi BBM subsidi tidak melebihi kuota 46 juta kiloliter (kl),” tutup Edy

Tinggalkan komentar

Filed under Minyak & Gas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s