LISTRIK: PGE Masih Yakin Hasilkan 2×55 MW Di Sungai Penuh, Jambi

Sungai Penih, Jambi.

Foto: gunungbagging.com

Lili Sunardi
Minggu, 27 Januari 2013 | 13:30 WIB

JAKARTA: PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) optimistis dapat menghasilkan listrik dengan kapasitas 2 X 55 megawatt pada 2015 dari lokasi pengeboran panas bumi Kerinci B-1 WKP Sungai Penuh, Jambi yang saat ini dilanda longsor.

Adiatma Sardjito, Corporate Secretary PT PGE, mengatakan tanah longsor yang terjadi akibat hujan deras itu tidak menimbulkan dampak produksi panas bumi PT PGE. Pasalnya, lokasi pengeboran Kerinci B-1 WKP Sungai Penuh masih dalam tahap eksplorasi.

“Tidak berdampak sama sekali pada produksi panas bumi dan listrik dari panas bumi. Karena sumur itu baru di bor, jadi belum ada uap yang dihasilkan dan belum ada pembangkit di sana,” katanya saat dihubungi di Jakarta, Minggu (27/1).

Adiatma pun menegaskan PT PGE optimistis tetap dapat mengejar produksi listrik sebesar 2 X 55 MW pada 2015 dari total cadangan panas bumi yang diperkirakan mencapai 200 MW di WKP Sungai Penuh, Jambi. Hal itu karena longsor yang terjadi di lokasi pengeboran tidak sampai menutup sumur panas bumi yang saat ini dikerjakan perusahaan.

Menurutnya, PT PGE hingga kini belum dapat memastikan berapa kerugian yang dialami akibat insiden tanah longsor tersebut. “Kami belum dapat memperkirakan berapa kerugian dari insiden tanah longsor itu karena pengeborannya belum selesai, sehingga belum kami disclosed. Jadi kami belum tahu berapa biaya yang telah kami keluarkan untuk pengeboran itu,” ujarnya.

Hingga kini, perusahaan bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pemerintah daerah, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci masih berupaya untuk memindahkan tanah longsoran, dan mencari korban yang belum ditemukan.

Insiden tanah longsor itu sendiri telah mengakibatkan 4 orang meninggal dunia, 5 orang luka-luka, dan 1 orang lainnya masih belum ditemukan dari total 63 pekerja yang ada di lokasi tersebut. 5 orang yang mengalami luka-luka pun telah dibawa ke Puskesmas Lempur untuk mendapatkan perawatan.

Sementara 4 orang yang tewas adalah TRI seorang pekerja PT PRN, Yanto yang bekerja sebagai sopir di PT PRN, Ahmad Saiku pekerja PT Harco, dan Nasoka seorang pekerja PT Air Drilling. Sedangkan 1 orang yang belum ditemukan adalah Miswanto seorang Mud Boy.

PT PGE lanjut Adiatma, saat ini telah menghasilkan listrik sebesar 292 MW dari Lapangan panas bumi Kamojang, Lahendong, dan Sibayak.

Pemerintah juga terus mendorong pengembangan listrik dari energi panas bumi dengan menerbitkan Peraturan Menteri ESDM No. 22/2012 yang didalamnya terdapat aturan kenaikkan harga listrik dari panas bumi (feed in tariff) untuk menggenjot pemanfaatan panas bumi.

Dalam Permen ESDM itu juga tertuang penugasan kepada PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) untuk melakukan pembelian tenaga listrik dari pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) dan harga patokan pembelian tenaga listrik oleh PLN dari PLTP.

Tinggalkan komentar

Filed under Energi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s