PROYEK INDOMET COAL: Pekerja Tewas, Penghentian Sementara Dianggap Wajar

Coal mining

Foto: 500px.com

Newswire  Jum’at, 25 Januari 2013 | 04:05 WIB

Jakarta – Penghentian sementara pembangunan proyek IndoMet Coal, yakni proyek pembangunan Pelabuhan Muara Tuhup dan infrastruktur jalan aksesnya di Provinsi Kalimantan Tengah, Senin, (21/1), akibat tewasnya seorang pekerja dinilai sebagai hal yang wajar.

“Penghentian sementara itu hal yang biasa. Itu juga merupakan sanksi sementara,” kata Direktur Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Syawaluddin Lubis di Jakarta, Kamis (24/1/2013).

Menurut dia, penghentian sementara tersebut bertujuan untuk melakukan investigasi agar pihak pelaksana memperbaiki kesalahannya sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. “Yang pasti, hal itu untuk memperbaiki agar tidak terjadi lagi,” katanya saat dikonfirmasi.

Namun saat disinggung lebih jauh tentang kasus ini, dirinya mengakui belum mendapatkan informasi yang utuh dan akan terus menyelidikinya.   “Nanti ya, saya belum mendapat info pastinya. Saya belum bisa kasih komentar lebih jauh,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pembangunan proyek IndoMet Coal yang merupakan proyek kerja sama antara perusahaan batu bara dari Australia, BHP Billiton dengan Adaro Energy Tbk, terpaksa dihentikan sementara pasca tewasnya seorang pekerja, Senin (21/1).

Dalam laman resminya, BPH Billiton mengaku tengah melakukan investigasi atas meninggalnya seorang pekerja pembangunan proyek IndoMet Coal dari PT Thess Contractors Indonesia sebagai perusahaan tanah air yang mengerjakan proyek ini.

Atas insiden tersebut, manajemen PBH Billiton juga mengucapkan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban.

“Kami menyatakan turut berbelasungkawa atas meninggalnya pekerja di proyek tersebut,” kata manajemen BHP Billiton.

Pihak PT Thess Contractors Indonesia, sebelumnya mengaku senang bekerja sama dengan PT Lahai (IndoMet Coal), yakni kerja sama BHP Billiton dengan Adaro Energy Tbk, untuk pembangunan Pelabuhan Muara Tuhup dan infrastruktur jalan aksesnya senilai 44 juta dolar Amerika Serikat (AS).

Dalam kontrak tersebut disebutkan, Thiess Indonesia Contractors akan mengerjakan penyiapan lahan, pembuatan drainase, struktur sipil, serta pekerjaan beton untuk pelabuhan.

Sementara itu, juru bicara BHP Billiton Ltd, Kelly Quirke mengatakan, pihaknya akan memulai pengerjaan proyek IndoMet Coal meliputi pengerjaan konstruksi jalan dan infrastruktur lainnya. Perusahaan tambang itu berencana memulai produksi batu bara Juni 2016.

BHP memiliki 75%  saham dalam proyek Indomet di Kalimantan Tengah, sementara sisanya dikuasai PT Adaro Energy Tbk. Berdasarkan riset BHP Billiton pada 2010, cadangan batu bara proyek IndoMet Coal mencapai 774 juta  ton.

Tinggalkan komentar

Filed under Mineral

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s