Blok Karama dikembalikan ke Pemerintah

Gambar

Rahma  |  Jumat, 25 Jan 2013 – 10:19:25 WIB

Satunegeri.com –  Blok Karama yang berlokasi di Selat Makassar, Sulawesi Barat dikembalikan kepada pemerintah. Sebelumnya, Statoil Indonesia, bersama Pertamina Hulu Energi, anak usaha PT Pertamina melakukan eksplorasi di blok tersebut. Namun, tidak ditemukan cadangan hidrokarbon yang ekonomis di blok minyak dan gas bumi itu.

Kepala Divisi Humas, Sekuriti, dan Formalitas Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas Hadi Prasetyo menyatakan, biaya eksplorasi yang telah dikeluarkan kontraktor mencapai 271 juta dollar AS.

“Statoil dan Pertamina Hulu Energi telah mengembalikan seluruh wilayah kerja di Blok Karama,” kata Hadi. Selama enam tahun, katanya, Statoil selaku operator Blok Karama telah melaksanakan seluruh komitmen kegiatan eksplorasi dan kewajiban yang disebutkan di dalam perjanjian kontrak bagi hasil. Adapun kegiatan eksplorasi yang telah dilakukan adalah studi geologi dan geofisika, seismik 3 dimensi, serta pengeboran tiga sumur, yakni sumur Gatotkaca, Anoman, dan Antasena.

“Kegiatan eksplorasi di wilayah kerja itu diperkirakan menelan biaya 271 juta dollar AS,” kata Hadi. Namun, karena tidak menemukan cadangan yang ekonomis, seluruh biaya eksplorasi yang telah dikeluarkan sepenuhnya jadi tanggung jawab kontraktor..

Sementara itu, General Manager Relasi Pemerintah dan Humas Statoil Indonesia Mochamad Tommy Hersyaputera menyatakan, pada dasarnya, hal itu merupakan proses normal dalam tahap eksplorasi.

Menurut Tommy, eksplorasi migas butuh biaya besar dan teknologi tinggi. Pada kontrak kerja sama Karama, Statoil bertindak sebagai operator dengan tingkat kepartisipasian 51 persen, sementara selebihnya oleh Pertamina Hulu Energi.

”Jika hasil dari eksplorasi mengindikasikan ada cadangan, akan dilakukan pengembangan. Begitu juga sebaliknya, di mana kami menilai ketiga sumur eksplorasi di wilayah kerja Karama tidak menunjukkan ada cadangan hidrokarbon,” ujarnya.

Atas dasar itu, untuk tahapan selanjutnya, pihaknya memutuskan mengembalikan wilayah kerja Karama kepada pemerintah. Ini dilakukan setelah memenuhi komitmen dalam kontrak kerja sama migas yang ditandatangani pada tahun 2007.

Tinggalkan komentar

Filed under Minyak & Gas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s