GMF AEROASIA: Proyek Hangar IV Dimulai 30 Januari

Kamis, 24 Januari 2013 | 13:37 WIB

JAKARTA—PT GMF AeroAsia, anak usaha PT Garuda Indonesia Tbk yang bergerak melayani perawatan pesawat, akan melakukan ground breaking pembangunan hangar keempat senilai US$40 juta atau Rp386 miliar pada 30 Januari 2013.

Direktur Utama PT GMF AeroAsia Richard Budihadianto mengatakan pembangunan hanggar keempat akan dimulai dengan ground breaking (pemancangan tiang pertama) di areal hanggar yang akan dibangun yakni di kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang.

“Kami menjadwalkan ground breaking hanggar keempat GMF pada 30 Januari 2013, diharapkan itu bisa menjadi awal pembangunan yang ditarget selesai pada tahun ini juga,” kata Richard kepada Bisnis hari ini, Kamis (24/1/2013).

Dia menjelaskan hanggar keempat ini menelan dana US$40 juta yang akan mampu menampung 16 pesawat narrow body (berbadan sempit) sekelas Airbus 320, Boeing 737. “Dengan mampu menampung 16 pesawat narrow body ini, hanggar terbaru ini akan menjadi hanggar terbesar yang dimiliki GMF,” ucapnya.

Dia menambahkan jika sudah berdiri hanggar keempat ini, hanggar lainnya, yakni hanggar ketiga akan dikhususkan untuk perawatan pesawat wide body (berbadan lebar) sejenis Airbus 330 dan Boeing 777, sehingga nantinya hanya mampu menampung tiga unit wide body. Saat ini hanggar untuk perawatan pesawat yang dikelola PT GMF AeroAsia baru tiga unit.

Menurut Richard, modal untuk pembangunan hanggar keempat senilai US$40 juta (Rp385,4 miliar, 1 US$ setara dengan Rp9.635)  ini berasal dari berbagai sumber termasuk dari kas internal.

Sebelumnya, Garuda Indonesia, induk perusahaan PT GMF AeroAsia, menjalin kerjasama dengan Bank Jabar dan Banten (BJB) untuk pengembangan bisnis. BJB menyediakan dana Rp1,2 triliun. Kerja sama dengan BJB dilakukan terkait pembiayaan untuk pengembangan bisnis Garuda, diantaranya membangun 33 hotel di masing-masing ibu kota provinsi, untuk pengembangan bisnis perawatan pesawat (maintenance repair overhaul/MRO) dengan menambah hanggar baru.

Richard menjelaskan pada 2012, GMF mampu membukukan pendapatan US$200 juta (Rp1,92 triliun) yang mayoritas yakni 70% dari perawatan pesawat milik Garuda Indonesia dan sisanya 30% dari pihak luar termasuk maskapai asing.

“Maskapai asing banyak yang mempercayakan perawatan pesawatnya di GMF, khususnya dari negara-negara di kawasan Timur Tengah, Eropa dan Afrika,” katanya.

Tinggalkan komentar

Filed under Ekonomi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s