Dipangkas, Ekspor Karet Sumut Terhempas 30%

Okezone
Kamis, 24 Januari 2013 11:10 WIB

MEDAN – Kesepakatan Indonesia, Malaysia dan Thailand untuk memangkas ekspor karet hingga 17 ribu ton, telah membuat kinerja ekspor karet Sumatera Utara (Sumut) menurun drastis.

Tercatat, selama 2012, realisasi ekspor karet asal Sumut hanya mencapai USD671 juta dengan volume mencapai 208.399 ton. Menurun 30,87 persen dibandingkan 2011 lalu, yang mencapai USD970,83 juta dengan volume 207.237 ton.

Kepala Seksi Ekspor Hasil Pertanian dan Pertambangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumut Fitra Kurnia mengatakan, penurunan kinerja ekspor karet ini, didorong oleh penurunan harga karet yang sangat signifikan sejak awal hingga pertengah tahun.

Penurunan tersebut selayaknya penurunan harga komoditas unggulan sumut lainnya, didorong oleh minimnya permintaan seiring terhentinya produksi produk olahan karet, karena terhempas krisis yang terjadi di Eropa dan Amerika Serikat (AS).

“Selayaknya komoditi lain, karet juga terhempas krisis ekonomi global. Kita tidak bisa berbuat banyak, karena penurunan harga yang terjadi kan bukan karena permainan pasar, tapi memang karena kondisi yang tak terjangkau,” jelasnya di Medan, Rabu (23/1/2013) malam.

Penurunan tajam yang sejatinya sudah diantisipasi pun diakui tak terelakkan karena stimulus pemangkasan ekspor yang dilakukan pengusaha Indonesia, gagal memberikan dampak cepat pada perbaikan harga karet. Koreksi positif atas harga karet diakui terjadi di akhir tahun, saat sebagian besar industri pengolahan karet sudah menghentikan produksi.

“Harapannya kan kemarin begitu kesepakatan pembatasan ekspor dibuat harga dapat naik tajam. Tapi ternyata hanya naik sedikit dan kemudian turun lagi. Kalau harga sekarang mulai bagus itu kan baru sejak akhir tahun. Jadi enggak efektif juga,” pungkasnya.

Sekadar informasi, komoditi karet Sumatera Utara pada umumnya di ekspor ke Amerika, Jepang dan China. Hempasan ekonomi di Eropa dan Amerika telah membuat produksi karet di ketiga negara itu nyaris lumpuh, dan berdampak pada anjloknya harga jual karet Sumut.

Ketiga negara tujuan ekspor itu memang memiliki peran terhadap harga karet dunia, karena meski bukan penghasil karet, ketiga negara merupakan negara dengan konsumsi karet alam terbesar di dunia. (ade)

Tinggalkan komentar

Filed under Ekonomi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s