Wika Kembangkan Sayap dengan Bisnis Nonkonstruksi

Rahma
Jumat, 11 Jan 2013 – 06:59:39 WIB

Satunegeri.com – PT Wijaya Karya Tbk (Wika) mengembangkan sayap melalui pemilikan bisnis nonkonstruksi yang sedang memasuki masa pertumbuhan. Bisnis nonkonstruksi tersebut, antara lain beton cetak, kelistrikan, dan properti. Analis Bahana Securities Anthony Alexander mengungkapkan, bisnis pembangkit listrik (power plant) bakal berkontribusi sekitar 35% terhadap total pendapatan perseroan pada 2014.

“Total pendapatan tahun depan diprediksi mencapai Rp 15,05 triliun atau meningkat dibandingkan estimasi tahun ini sekitar Rp 11,99 triliun,” kata Anthony, Kamis (10/1), di Jakarta.

Bisnis nonkonstruksi, katanya, bakal mendukung peningkatan kinerja Wika, yang selama ini ditopang oleh lini konstruksi.Emiten berkode saham WIKA tersebut sedang mengembangkan pembangkit listrik dengan total kapasitas sebesar 195 megawatt (MW). Investasi di sektor energi kelistrikan tersebut terdiri atas PLTD Bali 50 MW, PLTG Borang 60 MW, PLTG Rengat 21 MW, PLTD Ambon 34 MW, dan PLTG Rawa Minyak 25 MW.

“Wika merupakan perusahaan konstruksi paling terdiversifikasi, karena memiliki beragam unit bisnis konstruksi, EPC, dan pabrik beton. Meski demikian, bisnis konstruksi masih menjadi penopang utama pendapatan perseroan ke depan,” ujar Anthony dalam risetnya, baru-baru ini.

Sementara itu, Konsorsium PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) berhasil meraih kontrak senilai Rp 925,44 miliar untuk pembangunan PLTG (Pembangkit Listrik Tenaga Gas) di  Kalimantan Timur (Kaltim) sebesar 2×50/60 MW dari PT Perusahaan Gas Negara (Persero).

Konsorsium ini terdiri atas Wika bekerja sama dengan PT Mega Eltra dan PT Navigat. Porsi Wika mayoritas dalam  konsorsium ini, yaitu sebesar 46 persen. Sedangkan Mega Eltra dan Navigat masing-masing sebesar 39 persen dan 15 persen.

“Dengan porsi sebesar 46 persen, maka porsi kami atas kontrak tersebut menjadi sebesar Rp 425,7 miliar,” kata Sekretaris Perusahaan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) Natal Argawan kepada Investor Daily, hari ini.

Proyek tersebut akan didanai dari dana APBN (anggaran pendapatan dan belanja negara) tahun 2012. Konsorsium Wika ini akan membangun PLTG di Desa Tanjung Batu, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Pengerjaan kontrak selama 18 bulan terhitung awal Maret 2012.

“Tapi kami targetkan PLTG ini bisa mulai beroperasi pada Juni 2013 untuk unit 1 nya, sedangkan unit 2 bisa beroperasi Agustus 2013,” kata dia.

Dalam konsorsium ini, Wika akan mengerjakan konstruksi pembangkit listriknya, termasuk pengerjaan Gas Turbine Generato, Stack and Silencer, Balance  of Plant, Fuel System, Water Treatment Plant, Waste Water Treatment Plant, Power Transformer, Substation 150 kV, LV, dan MV Panel, dan peralatan pendukung lainnya. Sedangkan Navigat dan Mega eltrat akan  bertindak sebagai supervisor dan pengadaan mesin.

Tahun ini, Wika menargetkan kontrak baru bisa mencapai sebesar Rp 32,09 triliun. Target tersebut meningkat sebesar 20,68 persen dari pencapaian kontrak baru 2011 yang mencapai sebesar Rp 26,59 triliun.

Tinggalkan komentar

Filed under Ekonomi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s