Kenaikan Tarif Bongkar Muat Mengacu Pada 3 Komponen

Akhmad Mabrori
Sabtu, 19 Januari 2013 | 21:36 WIB

JAKARTA: Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) mengungkapkan kaji ulang penyesuaian struktur dan komponen tarif bongkar muat/ongkos pelabuhan pemuatan dan ongkos pelabuhan tujuan (OPP-OPT) di dermaga konvensional pelabuhan Tanjung Priok, akan mengacu pada perhitungan tiga komponen.

Juswandi Kristanto, Ketua DPW APBMI DKI Jakarta, mengatakan, ketiga komponen tersebut al; kenaikan upah buruh yang sudah naik tiga kali sejak empat tahun terakhir, investasi peralatan, serta cost operasional PBM.

“Apalagi per Januari 2013, upah minumum provinsi di DKI naik. Berarti ka nada kenaikan upah Buruh Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di Pelabuhan sekitar 44%,” ujar Juswandi Kristanto, Ketua DPW APBMI DKI Jakarta,kepada Bisnis hari ini, Sabtu (19/1).

Dia mengatakan, tarif  bongkar muat/OPP-OPT yang dipakai di Pelabuhan Tanjung Priok sekarang ini adalah mengacu pada pedoman tarif tahun 2008, dan belum pernah ada penyesuaian.

“Sekarang sudah tahun 2013 dimana dalam kurun waktu empat tahun ini sudah tiga kali terjadi terkenaikan upah buruh, tetapi kita (APBMI) belum pernah menaikan tarif OPT/OPP kepada pemilik barang,” paparnya.

Juswandi mengatakan, dalam beberapa kali pembahasan soal penyesuaian tarif tersebut dengan asosiasi terkait di Pelabuhan Priok belum mencapai titik temu mengingat perhitungan ketiga dasar komponen yang akan di sesuaikan tersebut belum final.

“APBMI akan segera bahas kembali dengan asosiasi yang ada di pelabuhan,” tuturnya.

Dia tidak menampik jika produktivitas bongkar muat naik seharusnya cost nya menjadi turun. Tetapi, imbuh dia, harus di ingat juga kalau tarif yang berlaku saat ini merupakan tarif kesepakatan yang ditandatangani asosiasi pengguna dan penyedia jasa di pelabuhan Priok pada empat tahun lalu.

“Dimana waktu itu cost operasional PBM dan upah buruh tidak sebesar seperti sekarang ini. Terus terang PBM juga sangat terpukul dengan kondisi tarif saat ini untuk dapat bertahan,”tegasnya.

Tinggalkan komentar

Filed under Ekonomi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s